our little countdown

Daisypath Wedding tickers

our baby's counting down

Lilypie Pregnancy tickers

Sunday, March 6, 2011

Venezia

__ SINJOE's STORIES (hamil minggu ke 15) __
Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)
Carnevale di Venezia
  • Hari ini ada acara karnival tahunan di Venesia, dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah. Sebetulnya tidak ada rencana untuk pergi ke sana, namun karena Joe baru saja menyelesaikan tugas kampusnya, kami ingin merayakannya dengan jalan-jalan ke Venesia.
  • Ternyata kereta api sangat penuh karena acara karnival tersebut, seluruh warga dari berbagai kota di Italia juga memiliki niat yang sama dengan kami yaitu menonton acara karnival yang melegenda ini. Kami tidak mendapatkan kereta yang berangkat dari Verona, karena kesiangan. Sehingga, kereta yang kami tumpangi kali ini sudah penuh dengan penumpang dari stasiun sebelumnya.
  • Umpel-umpelan di kereta Verona - Venesia (3 jam berdiri).
  • Makan pizza dan calamari fritta (cumi goreng) di restauran Ae Oche (restauran langganannya Joe ketika dulu tinggal di Venesia). Calamari fritta-nya uenaaaakk banget :) :)
  • Setelah ke kamar mandi, ternyata Kiyuth flek :( :( sekarang bingung mau melanjutkan perjalanan atau tidak.
  • Perjalanan dilanjutkan :) nekaatt... habis Kiyuth semangat banget untuk melihat kota Venesia.
  • Keliling kota Venesia, jauh banget, melewati gang-gang Venesia yang sangat sempit namun romantis sekali...naik turun tangga juga...
  • Melewati gereja-gereja yang cantik sekali bangunannya, tempat Joe dulu kursus bahasa Itali, naik gondola, melewati penjara pemerintah yang terkenal, foto-foto dengan banyak peserta karnaval.
  • Capek, pulang ke stasiun naik kapal, asyik banget...menyusuri kota Venesia sambil menikmati ayunan ombak, angin sepoi-sepoi dan udara yang mulai dingin :) :)
  • Sampai di stasiun, baru mendapatkan kereta pukul 9 malam :( :(
  • Senaaaanggg sekali hari ini, bisa berjalan-jalan di kota cantik nan romantis dengan suami tercinta :*

  • Kapan lagi bisa narsis ihiiiiy :)

    Tuesday, February 22, 2011

    Kehamilan Trimester 1

    Hmm...seminggu lagi kehamilanku masuk trimester 2 nih...rasanya tidak sabar menunggu, ingin tahu ada perubahan-perubahan menarik apa lagi yang akan terjadi ;)

    Selama trimester pertama, alhamdulillah semuanya lancar. Hanya sedikit sekali morning sickness. Mual, pusing dan males masak hanya terjadi selama seminggu awal kehamilan. Itu pun masih bisa dipaksakan untuk masak dan makan banyak :P , ada yang bilang, kasusku itu namanya "hamil kebo" - yaitu hamil yang tidak seperti hamil, tidak terjadi morning sickness dan keluhan hamil lainnya. Rasanya seperti tidak hamil saja...jalan-jalan masih lancar, walau agak dijaga (nurut sama ibu Peninggaran, dilarang capek-capek) :P :P , padahal sudah niat mau ke Paris, Munich dan Innsbruck :(

    Alhamdulillah, kekhawatiran-kekhawatiran telah berlalu dan ternyata malah tidak terjadi padaku. Ah, aku dan suami ternyata hanya khawatir berlebihan. Maklum lah, kami tinggal jauh dari sanak saudara dan perdana punya calon Dede' :D :D. Oh iya, aku juga sering mengajak bicara si Dede' supaya pintar, nurut sama Ibu sehingga tidak mengganggu konsentrasi belajar Bapak :D :D karena kalau aku sampai susah makan, muntah-muntah, sudah pasti lah suamiku yang repot. Suamiku harus masak, memikirkan kondisiku, apalagi kalau-kalau pakai acara "ngidam". Haduuh...repot deh kalau tiba-tiba aku ngidam mpek-mpek, rujak, dll. Banyak teman-temanku yang pada kehamilan awal sama sekali tidak bisa mencium bau dapur, muntah-muntah terus, dan ngidam makanan khas Indonesia....Akhirnya ya harus sampai mencari ibu-ibu Indonesia di lain kota yang pintar membuat makanan Indonesia...fiyuuuh. Mudah-mudahan Dede' menjadi anak sholeh ya... :*

    Syukur alhamdulillah, kami masih diberikan kemudahan-kemudahan di trimester pertama ini. Banyak sekali hal-hal positif yang kami dapatkan dari kehamilan ini. Semakin besar rasa syukur kami kepada Allah SWT atas amanah yang diberikan-Nya, betapa mudah kami mendapatkannya. Ternyata walaupun begitu cepat (tidak sesuai rencana awal :P ) kami diberi berkah ini, kami tetap bisa beraktivitas seperti biasa dan menjalankan rencana-rencana awal kami. Urusan dokumenku juga lancar, fasilitas rumah sakit yang lengkap, dan yang penting tidak mengganggu kesibukan suami. Niat kami untuk mengejar ketinggalan masa "berduaan" yang hilang pun ternyata tetap bisa diwujudkan ;) ;)

    Aku juga menjadi senang masak :) kepengennya makan enaaaak terus...jadilah setiap hari aku browsing resep-resep makanan dan keliling toko-toko bahan makanan, ya toko India, China dan Jepang. Sempat lihat ada restauran Jepang Zushi - dekat rumah - langsung laporan ke suami. Langsung deh kami kesana, pas banget lagi termimpi-mimpi miso soup....hehehe. Ada siomai juga (lebih pas kalau disebut dimsum) tapi di buku menunya tulisannya sho-mai. Yang penting makan enak...hoohohoho...

    Oke lah, kita tunggu saja, ada apa di trimester 2 nanti....lancarkan lah semuanya ya Allah, berikan kesehatan, kekompakan, keimanan kepada kami bertiga...(berdoa)(berdoa)

    *hihihi, doanya sekarang udah buat bertiga, nggak berdua lagi :P :P


    Kesimpulan untuk trimester 1
    • Berat badan 53,5 kg.

    • Males ngapa-ngapain..bawaannya kepengen tidur terus.

    • Jarang mual, biasanya mual pagi dan malam hari, tapi cuma sebentar banget. Bisa dibilang trimester 1 ini istilahnya "hamil kebo".

    • Makan tetep lancar.

    • Ada waktu dimana selama 1 minggu males banget masak, tapi setelah itu jadi seneng masak. Teman-teman menduga Dede'nya perempuan ;)

    • Perut agak buncit (emang biasanya juga udah buncit sih :P )

    • Kepengen makan KFC dan miso soup (nggak ngidam sih, kayaknya emang doyan aja..hehe).

    • Tetep rajin senam dan jalan kaki keliling track jogging sambil nemenin Joe jogging.

    • Sering buang air kecil.

    • Tiba-tiba nggak suka sosis dan lada putih, dengan berat hati semua stok sosis aku kasih ke Joe :((

    • Suka mimpi aneh-aneh.

    • Minum susu segar setiap hari, susu kedelai, air kacang ijo.

    • Cek darah ternyata leukosit agak tinggi (13) dan Hb rendah (11,6). Dipaksa Joe makan daging kuda sama bayam :((








    Saturday, February 5, 2011

    Novara

    Roadshow memperkenalkan Kiyuth ke Mbak Yuth's Family


    __SINJOE's STORIES (hamil 10 minggu) __
    Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
    Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)


    Kami berangkat naik kereta api pukul 8.40 pagi, sampai di Novara pukul 12 siang. Bertemu dengan Mbak Yuth, Lorenzo (suaminya), Adra, Aryo, Aisyah, Ambra dan Amanah. Makan siang dengan empal, oseng buncis, ikan balado, sambal ijo dan tiramisu.

    Joe menyuapi Amanah sampai Kiyuth cemburu :D . Main tebak gambar dan ping-pong. Kami pulang pukul 17.03 PM. Naik kereta tepat 30 detik sebelum kereta berangkat. Kami tidak sempat jalan-jalan di Centro-nya :(



    Friday, February 4, 2011

    Cek Dokter Yuk, Kehamilan 9 minggu 6 hari

    4 Februari 2011 kami memantapkan diri untuk pergi ke Dokter Ginekolog. Setelah menemani teman-teman dari Trento ke Le Corti Venete (mall besar di Verona), aku janjian dengan suami di rumah sakit.

    Sesampai di rumah sakit, kami langsung diperbolehkan masuk karena memang sebelumnya kami sudah membuat janji. Karena ini untuk pertama kalinya, jadilah kami berkonsultasi dulu dengan bagian administrasi yang mengurus masalah kehamilan. Kami ditanya mengenai pekerjaan kami, aktivitas sehari hari, apakah aku punya teman sesama hamil yang bisa diajak sharing, apakah di rumah ada teman atau tetangga yang bisa membantu apabila ada masalah kehamilan, bahasa yang kami kuasai, riwayat penyakit, keadaan emosi saat ini (apakah stress terhadap kehidupan), perhitungan perkiraan usia kehamilan dan yang terakhir adalah....apakah kami mau mempertahankan kehamilan ini...hohoho..tentu saja hal ini lumrah ditanyakan karena di negara ini memang melegalkan tindakan aborsi. Dan tentu saja jawaban kami adalah kami ingin mempertahankannya :) :)

    Oh iya, dokter bagian administrasi tadi menghitung dengan alat semacam diagram lingkaran (kalendar gestasi) dan hasilnya adalah usia kehamilanku adalah 9 minggu 6 hari :)

    Selesai berkonsultasi, kami kemudian menunggu dokter ginekolog. Tidak lama kemudian kami dipersilakan masuk, dan aku langsung disuruh buka celana :P Ow ow...ternyata untuk cek USG transvaginal. USG transvaginal ini bermanfaat untuk memastikan kembali usia kehamilan, ukuran janin, detak jantung janin, dan mendeteksi adanya kelainan pada rahim atau janin.

    Alhamdulillah, janin dan rahimku semuanya normal dan sehat. Terlihat sangat jelas di layar monitor kepala janin, badan dan tangannya...posisinya saat itu kepala berada di bawah...dan karena janin bergoyang-goyang jadi terlihat seperti sedang melambai-lambaikan tangannya :) mungkin dia tahu kalau sedang kami intip :P

    Baru kali ini akhirnya kami menyadari kalau memang kami diberikan amanah si kecil dede'. Tapi sekarang aku bahagia :) :)

    Sang dokter memberikan kami beberapa "surat jalan" untuk cek darah total (TORCH, tiroid, darah rutin, golongan darah, dll) dan cek ecografia untuk bulan depan.

    Sepulang dari rumah sakit, kami langsung menghubungi orangtua kami, mengabari kalau mereka akan mendapat cucu, insyaallah :)

    Langsung deh, kami diberi selamat dan yang pasti segala nasehat-nasehat yang panjaaangg.

    Mulai hari ini, kami mulai "PD" mengabarkan kabar bahagia ini ke seluruh dunia ;)


    Ini foto Dede'nya :) dengan posisi kepala berada di bawah, dan kedua tangannya bergoyang-goyang



    Saturday, January 29, 2011

    Bologna





    __ SINJOE's STORIES (hamil 9 minggu) __
    Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
    Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)












    Spontaneous Trip

    Pulang dari mengurus kartu kesehatan (tessera sanitaria untuk kehamilan) kami ujug-ujug berangkat ke stasiun dan mencari kereta apapun yang akan segera berangkat. Kota Bologna menjadi pilihan. Kami makan chicken wings (makanan yang aku idam-idamkan selama ini), cheese burger, kentang goreng dan es krim. Jalan-jalan di Centro, ada patung Zeus, gereja-gereja.....bagus sekali :) Kami mengunjungi beberapa gereja dan museum seni.





















    Pulang ke Verona pukul 6.10 PM.


    Sunday, January 9, 2011

    I'm Pregnant....ooo ooow...

    Pernikahan kami kini menginjak usia ke 5 bulan, setelah merasakan manisnya hidup bersama di Indonesia selama 2 bulan, kemudian terpisahkan sementara selama 2 bulan karena Joe harus berangkat ke Italia lebih dahulu sedangkan aku ingin berkangen-kangen dulu dengan keluargaku, dan sekarang 1 bulan latihan hidup “hanya berdua” tanpa sanak saudara di sekitar kami.

    Teringat nasehat dari Ibu mertuaku, sangat sederhana namun cukup mendalam artinya, yaitu agar kami selalu akur. Karena menurut beliau, jauhnya kami dari sanak saudara, akan menimbulkan banyak permasalahannya sendiri.


    Sedikit cerita ke belakang...

    Sebelum kami menikah, kami pernah membahas komitmen kami tentang kehamilan dan pemeliharaan anak-anak kami kelak. Kami sudah menyatukan pendapat, bahwa menikah bukanlah semata-mata hanya untuk melahirkan seorang anak. Menikah adalah belajar untuk saling berkomitmen, belajar hidup bersama, saling mengerti akan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terutama adalah untuk saling menyayangi. Entah dalam perjalanannya, kemudian dalam suatu pernikahan dikaruniai seorang anak. Itu adalah suatu proses dan hasil ;) bukanlah suatu tujuan.

    Usia perkenalan kami cukup singkat, hanya seminggu berjumpa secara langsung di Moscow dan 9 bulan lainnya kami habiskan kebersamaan kami melalui alat komunikasi jarak jauh, Skype. Hal ini menjadi salah satu alasan kami untuk tidak terburu-buru memiliki momongan, tidak seperti kebanyakan teman-teman kami yang sudah menikah. Kami ingin menghabiskan waktu berdua dulu, saling mengenal, setidaknya mengganti masa-masa “pacaran” yang telah kami lewatkan. Kami berharap kami dikaruniai seorang anak ketika kami sudah merasa siap, siap mental. Apalagi, kondisiku saat itu yang benar-benar kejar tayang...hoho..tesis, sidang, wisuda, packing untuk pulang, dan pernikahan. Alhamdulillah, keluarga di rumah dengan sukses mengatur semua acara pernikahan kami dengan sempurna :)

    Bisa dikatakan, kami berdua hanya "terima jadi" :) Aku sampai di Indonesia H-10, sedangkan Joe H-4. Fiiiuuhhh..bahkan ibuku baru berkenalan dengan calon menantunya di H-3 pernikahan kami...

    Cukup capek juga, berbagai penyesuaian-penyesuaian harus aku lakukan. Kedatanganku dari Moskow yang sangat-sangat mepet dengan hari pernikahan, penyesuaian dengan keadaan rumah keluarga yang sudah lama aku tingal, penyesuaian dengan suami, keluarga besar suami (roadshow keliling), teman-teman suami dan 4 bulan kemudian aku sudah harus berangkat ke Itali dan lagi-lagi menyesuaikan dengan suasana baru. Alhamdulillah, perjalanan hidup yang sangat menarik dan menyenangkan…


    Ternyata akhirnya... Allah memiliki rencana yang tidak kita ketahui..

    Baru sebulan di Italia menikmati masa "pacaran", memulai hari dengan suasana baru, sambil belajar memasak, belajar bahasa Italia, menulis, merajut. Tak terasa jadwal bulananku telat seminggu, entah kenapa hati ini mengatakan bahwa aku hamil. Suamiku juga selalu menggodaku, bahwa aku hamil. Huuufff, godaan yang sangat menyebalkan!! Rasa senang dan juga khawatir bercampur aduk.

    Pikiran-pikiran berlebihan mengenai repotnya masa kehamilan, ketakukan-ketakutan berlebihan mengenai proses kelahiran, menyadari kami di Italia hanya berdua, tidak tahu apa-apa mengenai kehamilan, jauh dari sanak keluarga terutama orangtua dan terutama hilangnya masa "pacaran" kami, selalu membuatku sedih dan khawatir.

    Tak sabar rasanya ingin segera membeli testpack, agar aku bisa mengetahui keadaanku yang sebenarnya Tapi selalu saja, setiap aku mengajak suamiku untuk membeli testpack, ada saja alasannya untuk tidak segera membelinya. Oh oh oh, selidik punya selidik ternyata suamiku grogi, takut untuk melihat hasilnya. Selama seminggu aku bersabar untuk menahan besarnya keinginan membeli testpack. Sampai akhirnya sesuai waktu yang sudah dijanjikan suamiku, kami membeli testpack di supermarket.

    Rencananya esok pagi, kami akan mengecek urine ku. Ternyata, gantian aku yang grogi. Aku menolak untuk mengecek air urine ku pada hari itu. Bahkan pada hari itu, rasa mual-mual yang biasanya aku rasakan mendadak hilang. Kemarin aku senang merasa hamil, dan sekarang aku takut kalau memang benar hamil.... :(( :(( :((

    Akhirnya, baru keesokan harinya aku memberanikan diri untuk mengecek urine ku. Aku mengeceknya sendirian, tanpa suamiku, aku grogi euii...


    Dan hasilnya, dua strip.


    Suamiku menanyakan hasilnya, namun aku diam saja. Setelah dia melihat hasilnya, dia tersenyum lebar sambil berkata, "kiyuth hamil...!!". Entah mengapa, air mataku tiba-tiba mengalir, rasa sedih dan takut lagi-lagi menyerangku. Sedikit sekali rasa bahagia di hati ini.

    Sampai selama 3 hari setelahnya, aku terus protes dengan hasil testpack itu, "Imbil, pasti testpack-nya salah, kita beli lagi yuk...", terus saja aku merajuk suamiku agar membelikan testpack lagi. Setiap hari aku menyuruh suamiku untuk melihat lagi hasil testpack-ku, siapa tahu berubah :D :D :D berharap stripnya berkurang satu... :(

    Sayangnya suamiku tidak menurutiku...Suamiku terus menghiburku, mengingatkanku - mungkin lebih tepatnya menyadarkanku - bahwa aku memang benar hamil. Sedikit demi sedikit dia merayuku untuk makan lebih banyak, bergizi, mengurangi cemilan-cemilan tidak sehat. Di pagi hari, dia membuatkan nasi telur ceplok - makanan kesukaanku. Dia selalu melayani aku ketika aku merasa mual-mual dan malas untuk makan. Semangat dan dukungannya membuatku sedikit demi sedikit mulai menerima bahwa aku hamil, aku tidak sendiri, ada suamiku yang selalu menjagaku dan aku bahagia :) :) :)

    Suatu saat suamiku mengajakku untuk mencari jaket bayi untuk musim dingin, karena sekarang sedang winter sale. Whew, lagi-lagi aku bertanya padanya, "memangnya beneran ya, nanti aku mau lahiran dan punya bayi?".

    Haduuuuh...aku masih belum siap dengan kehamilan iniii :( just wait and see.. :(

    Thursday, January 6, 2011

    Trento

    __ SINJOE's STORIES (sudah hamil tapi belum nyadar :D ) __
    Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
    Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)


    Makan Siang di Trento



    Kami ke Trento karena diundang syukuran ulang tahun pernikahan
    ke-1 (Yudis & Dewi) dan ke-2 (Tizar & Yusi). Makan soto betawi, promosi
    kastanye ala Joe dan kue Pandoro. Jalan-jalan ke Centro dan berfoto dengan
    bebek raksasa Trento.






    Pulang naik kereta api pukul 19.10 PM.