Wednesday, November 9, 2011
Capo Gundul :)
Friday, September 9, 2011
(capo)Amadeo Fayzhel Arifin
Saturday, June 11, 2011
Como
Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)
Hari ini kami pergi piknik ke kota Como :) Sebetulnya sih yang benar-benar piknik adalah aku dan Dede' karena tujuan Joe sebenarnya adalah ke kota Lugano (Swiss) untuk kuliah selama 3 hari. Kami memilih untuk mencari hotel di daerah Como karena aku belum pernah ke kota ini. Kota ini terletak di perbatasan negara Italia dan Swiss. Terkenal dengan danaunya yg sangat indah, dikelilingi oleh bukit-bukit dan villa-villa mewah, kota Como sering digunakan untuk tempat peristirahatan para turis dan (katanya mbah Wikipedia) George Clooney punya villa di sini, siapa tahu kita bisa ketemu doi ;)
Berangkat pukul 6.30 pagi dari stasiun Verona Porta Nuova, kami menempuh perjalanan sekitar 3 jam, dengan transit dan pindah kereta di stasiun Milano Lambrate dan stasiun Milano Greco Pirelli. Di stasiun Milano Greco Pirelli - karena harus menunggu 1 jam untuk kereta berikutnya - kami menyempatkan diri untuk menikmati kopi, coklat panas dan croissant di salah satu kafe terdekat. Senang sekali menikmati suasana kota Milan sambil memandang Joe yg sibuk belajar (teteeepph belajar sambil tidak bisa berhenti bercerita, ceriwiiis banget). Perjalanan dilanjutkan, sampai di kota Como pukul 11 siang, sudah terlihat indahnya kota Como dari balik jendela kereta yang kami tumpangi. Kami memutuskan untuk berjalan kaki ke hotel karena Joe tidak sabar menunggu bis datang. Jalanannya mengingatkan aku akan kota Lugano yg berbukit-bukit, walaupun masih lebih terjal kota Lugano. Alhamdulillah, 30 menit kami sampai juga di hotel, langsung dapat snack. Laper, langsung dihabisin sama Kiyuth hehehehe..
Alhamdulillah, kami mendapatkan hostel yang bagus, dan nyaman sekali. Joe langsung mandi dan siap-siap berangkat ke Lugano. Sedangkan aku memutuskan untuk beristirahat di hostel. Sambil menunggu Joe, aku tidur (bumil boleh banyak bobo :) ),menonton tv (sayangnya aku tidak berhasil menyambung koneksi internet), membaca buku dan menghabiskan makanan. Pukul 6 sore, aku bersiap-siap karena Joe sudah mau sampai hotel dan kami berniat jalan-jalan ke danau. Kami bertemu di depan hotel, makan di Mc D, dan langsung menuju danau. Udara dingin sekali karena hujan rintik-rintik.
Air danau juga berombak cukup kencang, hanya sebentar di pinggir danau kami langsung kembali ke Centro. Berkeliling Centro, melihat katedral-katedral dan pulang ke hotel.
Alhamdulillah, melihat ada restauran Jepang, dan ternyata menu makanannya persis seperti di Indonesia. Tidak hanya terbatas sushi dan miso sup, tapi lengkap dengan mi goreng, tepanyaki, teriyaki, dan lain lain. Woooww, kami langsung memesan mi goreng untuk dibawa ke hostel, alhamdulillah sampai di hostel kami coba mi goreng-nya dan ternyata uennaaakk sekali :). Besok mau beli lagiiiiiii !!!!! :)
Rabu, 8 Juni 2011

Bagian dari Kampus Universita degli Studi dell' Insubria.
Melanjutkan perjalanan menyusuri danau, terdapat Tempio Voltiano.

Duduk lagi di pinggir danau, menghabiskan roti sarapan pagi dari hotel sambil memberi makan burung. Ada satu burung gereja kecil yang lucu sekali :) berani mendekat dan interaktif dengan ucapanku (sebetulnya interaktif dengan roti yang kupegang) hehe...
Setelah aku dan burung gereja kecil kenyang (hehe), aku melanjutkan lagi perjalanan menyusuri danau. Melewati hanggar Aero Club Como, dengan pemandangan seaplane-nya. Lama juga aku berhenti di dekat hanggar, memperhatikan seaplane tersebut lepas landas dan tak lama kemudian ada seaplane lain yang mendarat dan masuk ke hanggar. Menarik sekali. Ah, tapi aku belum berani naik ah, sepertinya mengerikan :( :( padahal ada juga anak kecil bersama orangtua-nya yang berani berwisata aero keliling kota Como.

Setelah puas melihat kumpulan villa, aku pulang ke hotel melalui beberapa bangunan karya arsitek terkenal di Italia - Giuseppe Terragni.
Kamis, 9 Juni 2011
Pagi hari Joe berangkat ke kampus, sedangkan aku melanjutkan jalan-jalan keliling kota Como. Tapi ternyata aku sudah capek dan tempat menarik lainnya berada jauh dari pusat kota. Huuf, akhirnya aku memutuskan untuk duduk-duduk saja di pinggir danau, sambil menunggu Joe pulang.
Kami pulang naik kereta pukul 16.00.
Saturday, June 4, 2011
Akhir trimester ke 2
Rangkuman perkembangan selama trimester ke 2 adalah :
Wednesday, May 25, 2011
Geliiiii....hauuu hauuu... :D :D
Sekarang Joe udah bisa ikut merasakan gerakan Dede', jadi bisa ikutan kaget deh kalau Dede' bergerak...hihihihihi...
Usia kehamilan 26 minggu, gerakan Dede' semakin kuat....
"Semangat bener De'...lagi apa siiih..? belajar bernafas ya De'..? belajar menelan..? belajar bergerak..? belajar mencerna makanan..? Belajar yang rajin ya De' :) :) :) ".
Semoga menjadi anak yang sholeh, baik, pintar, cakep, sehat, rendah hati, sederhana dan jujur. Aamiin..
Semoga Ibu dan Bapak juga bisa menjadi orangtua yang sholeh, bisa mendidik Dede' dengan baik :) :).
Monday, May 16, 2011
Gerakan Bayi SinJoe
Sejak minggu ke 22, aku sudah mulai bisa menyadari benar-benar kalau bayiku bergerak :) :) Sebelumnya, hanya terasa seperti ada gelembung-gelembung udara di dalam perut dan aku masih kurang bisa menikmati 'keajaiban' itu.
Mengetahui bahwa letak plasenta bayiku berada di depan (anterior), membuatku tidak khawatir atau terburu-buru untuk merasakan gerakan bayi. Posisi plasenta seperti ini membuat gerakan-gerakan bayi teredam olehnya sehingga kalaupun si bayi menggerakkan kaki, tangan, kepala atau bagian tubuh lainnya dengan kuat sang Ibu sulit untuk merasakannya. Aku ambil saja sisi positifnya, aku masih diberikan kesempatan untuk bisa tidur dengan nyaman :)
Sekarang, kehamilanku memasuki minggu ke 25 (hampir 6 bulan tidak terasa), gerakan-gerakan bayi sudah sangat terasa sekali. Seringkali aku dibuatnya kaget. Aku akan refleks memegang perutku, kadang mengajak bicara bayiku atau sekedar tertawa sendiri karena geli.
Terkadang terasa geli sekali sampai aku tertawa lepas, dan lama kelamaan gemes juga karena geli sekali dan agak mengganggu (bila kondisinya aku sedang makan bersama teman-temannya Joe atau sedang di tempat umum). "Nggak mungkin kan..aku tertawa-tertawa sendiri, sambil pegang perut....hihihihi". Belum lagi ketika aku akan tidur, aku tidur dengan posisi miring ke kiri, bayiku akan menendang-nendang sisi kiri perutku. Aneh rasanya, seperti dia mengadu "Ibu, aku kejepit nih... :( ". Aku ganti posisi tidurku, posisi miring ke kanan, bayiku akan menendang-nendang lagi, berganti menendang di sisi kanan perutku. "Owalah, rasanya seperti kedut-kedut, ada denyut jantung di perut kananku". Bolak balik posisi tidur, akhirnya aku kecapaian sendiri dan tertidur pulas :) :)
Ternyata benar jika banyak orang mengatakan "sejuta rasanya ketika merasakan gerakan bayi di dalam perut kita". Aneh, geli, gemes, kesal tidak sabar, lucu, khawatir, tidak nyaman daaaannn rasa lain-lainnya...tapi yang pasti, rasa ini sudah mulai membuatku tidak ingin bila kehamilanku berlalu begitu cepat. Aku sudah bisa merasakan bagaimana kangen-nya aku nanti dengan gerakan-gerakan bayiku di dalam perut.
NB: sayangnya Joe belum bisa merasakan gerakan "ajaib" ini :( :( entah karena memang gerakannya masih terlalu lembut, atau karena Joe selalu tidak sabar ketika menunggu bayi kami bergerak (pastilah Joe selalu menggoyang-goyang perutku dengan tidak sabar, Dede'nya malah tambah ngambek :( nggak mau bergerak).
Thursday, April 28, 2011
Kesuksesan CD Hypnobirthing :D
Wednesday, April 27, 2011
Pregnant Belly Photos
Yah, walaupun belum terlalu besar juga sih...tapi aku senang. Apalagi banyak saudara dan teman yang mulai penasaran ingin melihat perutku. Berhubung tinggal jauh dari mereka, maka aku hanya bisa membuat memperlihatkan foto-fotonya saja ;)
Awalnya, mau dipasang di facebook saja, tapi kok ya malu juga...hihihihi...jadilah, aku pasang di blogspot-ku saja deh :)
Sunday, April 24, 2011
Garda
-1.jpg)

(Lago di Garda)
__SINJOE's STORIES (hamil 22 minggu) __
Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)
Perjalanan pertama setelah Dottoressa Rossi membolehkan Kiyuth jalan-jalan agak jauh (setelah bedrest).
Berangkat jam 9 pagi, naik bis (perjalanan sekitar 1 jam).
Lewat GardaLand (Dufan & Sea World-nya Italia).
Jalan-jalan, makan eskrim, piknik (makan siang bawa sangu), dan memberi makan bebek.
Pulang jam 4 sore naik bis.
Tuesday, March 15, 2011
Pregnancy Ticker
Untungnya, aku mendapat inspirasi yaitu membuat pregnancy ticker di blogspot ini. Hmmm, sepertinya seru juga ;)
Akhirnya, jadilah seperti ini

Lucunya adalah pada saat aku harus memilih gambar bayi. Hmmm, aku memilih bayi yang warna kulitnya tidak terlalu putih dan hitam. Hihihihi, kan harus perpaduan antara aku dan Joe dooong :) :) jadinya imut-imut deh....bayi coklat....hehehehe.
Monday, March 14, 2011
Cek Rutin yang Mendebarkan
Monday, March 7, 2011
Tragedi Pendarahan :(
Setelah semalam kami sampai di rumah pukul 11 malam, aku langsung tertidur pulas. Sekitar pukul 7 pagi aku terbangun dan ingin buang air kecil. Sunguh kaget setelah aku buang air kecil dan pindah ke bidet, tiba-tiba mengalir darah segar yang sangat banyak, mengotori tanganku dan terus saja menetes :'( :'(
Segera kupanggil suamiku, dan tak terasa air mata ini mengalir begitu saja. Sedih sekali. Alhamdulillah Joe (suamiku) dengan tanggapnya langsung menyeka air mataku dan menenangkanku. Hiuuh, kalau tidak begitu, aku pasti akan bertambah histeris (kebiasaan cengeng). Joe segera membersihkan darah di bidet dan membantuku memakai celana. Dia segera menyuruhku berbaring di kasur dan ikut menemaniku berbaring sambil menenangkanku. Aku terus saja menangis dan ingin segera pergi ke rumah sakit. Joe menyarankan aku untuk tenang terlebih dahulu, berusaha sabar dan ikhlas terhadap apa yang terjadi karena khawatir bila aku stress maka akan mempengaruhi bayi di kandunganku. Sekitar 1 jam kemudian, setelah aku tenang dan beristirahat kami memanggil taksi dan langsung menuju rumah sakit terdekat.
Perjalanan ke rumah sakit hanya sekitar 5 menit, kami langsung menuju Unit Gawat Darurat khusus kehamilan. Alhamdulillah sepi dan aku bisa langsung diperiksa oleh sang dokter. Dokternya laki-laki, bernama Dottore Bouche Manlio. Karena sudah tegang dan khawatir dengan kondisi bayiku, tidak ada lagi rasa malu, sungkan untuk cek bagian dalam. Alhamdulillah sang Dottore sangat membuatku tenang. Justru mungkin karena dokternya laki-laki, terlihat kuat, sabar, dan tenang, rasa panikku langsung hilang. Dia masih sempat mengajakku tertawa.
Joe menjelaskan asal mula terjadinya pendarahan adalah karena terlalu capek. Sang Dokter langsung menebak, "pasti habis melihat karnival yaaaa". Malu-malu kami mengiyakan. Ternyata beliau malah tertawa-tawa sambil membahas acara karnival tersebut. Beliau mengatakan, "tidak apa-apa, jalan-jalan saja...lihat karnival...permasalahan utama kemarin adalah karena berdiri terlalu lama, harusnya disempatkan sesekali untuk duduk dan beristirahat".
Alhamdulillah hasil pengecekan USG abdominal (perut) semuanya baik-baik saja. Bayi dalam kondisi sehat, plasenta tetap pada tempatnya, dan tidak ada kelainan. Kemudian cek jalan lahir, juga tidak ada pembukaan dan tidak terjadi kontraksi.
Aku diberikan suntikan penguat rahim dan disarankan untuk istirahat total sampai dengan jadwal cek rutin dengan dokter kandunganku (Dottoressa Rossi). Kira-kira 1 minggu kemudian. Aku hanya dibekali resep obat anti sakit, diminum bila terasa mulas. Khas dokter Italia, tidak akan memberikan obat-obatan atau vitamin bila memang tidak diperlukan. Terlebih lagi bila satu-satunya cara agar sehat kembali adalah hanya dengan banyak istirahat.
Pulang dari rumah sakit aku langsung istirahat total (selama 3 minggu). Joe yang mengurus segala macam kebutuhanku, menemani ke kamar mandi, memasak, membawakan makanan & minuman, belanja, membersihkan rumah, hingga menyediakan hiburan untuk aku (laptop dan bacaan). Joe benar-benar menjadi SUAMI SIAGA :) :) :)
Dari kejadian ini, aku mendapatkan hikmah yang sangat berarti. Tanpa kusadari ternyata rasa sayang kepada bayiku sudah mulai tumbuh. Selama ini, karena tidak ada pertanda kehamilan yang berlebihan, aku tidak peduli dengan kondisiku. Tetapi begitu diberikan sedikit cobaan seperti ini rasanya sedih sekli bila harus kehilangan bayiku. Gagalnya semua rencana jalan-jalanku tidaklah berarti lagi. Ternyata, I have already fallen madly in love with my baby :)
P.S :
- Tulisan ini ditulis lama setelah kejadian pendarahan sudah berlalu (tiap mau nulis cerita ini pasti selalu keburu deg-deg an, selalu kebayang parno-nya saat itu)
- Kasus pendarahan pada kehamilan ternyata sangat bermacam-macam. Ada bumil yang bekerja sedikit, timbul flek-flek sedikit saja tetapi sudah bisa menyebabkan terjadinya pengguguran janin. Aku mengalami pendarahan yang banyak, tetapi entah yang lebih tau kasusnya adalah dokterku, alhamdulillah sampai sekarang masih diberikan kelancaran. Semuanya hanya karena kehendak Allah SWT. Kami hanya bisa memohon kepada Allah SWT agar bayi kami selalu diberikan keselamatan dan kesehatan.
Sunday, March 6, 2011
Venezia
Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)
Kapan lagi bisa narsis ihiiiiy :)
Tuesday, February 22, 2011
Kehamilan Trimester 1
Selama trimester pertama, alhamdulillah semuanya lancar. Hanya sedikit sekali morning sickness. Mual, pusing dan males masak hanya terjadi selama seminggu awal kehamilan. Itu pun masih bisa dipaksakan untuk masak dan makan banyak :P , ada yang bilang, kasusku itu namanya "hamil kebo" - yaitu hamil yang tidak seperti hamil, tidak terjadi morning sickness dan keluhan hamil lainnya. Rasanya seperti tidak hamil saja...jalan-jalan masih lancar, walau agak dijaga (nurut sama ibu Peninggaran, dilarang capek-capek) :P :P , padahal sudah niat mau ke Paris, Munich dan Innsbruck :(
Alhamdulillah, kekhawatiran-kekhawatiran telah berlalu dan ternyata malah tidak terjadi padaku. Ah, aku dan suami ternyata hanya khawatir berlebihan. Maklum lah, kami tinggal jauh dari sanak saudara dan perdana punya calon Dede' :D :D. Oh iya, aku juga sering mengajak bicara si Dede' supaya pintar, nurut sama Ibu sehingga tidak mengganggu konsentrasi belajar Bapak :D :D karena kalau aku sampai susah makan, muntah-muntah, sudah pasti lah suamiku yang repot. Suamiku harus masak, memikirkan kondisiku, apalagi kalau-kalau pakai acara "ngidam". Haduuh...repot deh kalau tiba-tiba aku ngidam mpek-mpek, rujak, dll. Banyak teman-temanku yang pada kehamilan awal sama sekali tidak bisa mencium bau dapur, muntah-muntah terus, dan ngidam makanan khas Indonesia....Akhirnya ya harus sampai mencari ibu-ibu Indonesia di lain kota yang pintar membuat makanan Indonesia...fiyuuuh. Mudah-mudahan Dede' menjadi anak sholeh ya... :*
Syukur alhamdulillah, kami masih diberikan kemudahan-kemudahan di trimester pertama ini. Banyak sekali hal-hal positif yang kami dapatkan dari kehamilan ini. Semakin besar rasa syukur kami kepada Allah SWT atas amanah yang diberikan-Nya, betapa mudah kami mendapatkannya. Ternyata walaupun begitu cepat (tidak sesuai rencana awal :P ) kami diberi berkah ini, kami tetap bisa beraktivitas seperti biasa dan menjalankan rencana-rencana awal kami. Urusan dokumenku juga lancar, fasilitas rumah sakit yang lengkap, dan yang penting tidak mengganggu kesibukan suami. Niat kami untuk mengejar ketinggalan masa "berduaan" yang hilang pun ternyata tetap bisa diwujudkan ;) ;)
Aku juga menjadi senang masak :) kepengennya makan enaaaak terus...jadilah setiap hari aku browsing resep-resep makanan dan keliling toko-toko bahan makanan, ya toko India, China dan Jepang. Sempat lihat ada restauran Jepang Zushi - dekat rumah - langsung laporan ke suami. Langsung deh kami kesana, pas banget lagi termimpi-mimpi miso soup....hehehe. Ada siomai juga (lebih pas kalau disebut dimsum) tapi di buku menunya tulisannya sho-mai. Yang penting makan enak...hoohohoho...
Oke lah, kita tunggu saja, ada apa di trimester 2 nanti....lancarkan lah semuanya ya Allah, berikan kesehatan, kekompakan, keimanan kepada kami bertiga...(berdoa)(berdoa)
*hihihi, doanya sekarang udah buat bertiga, nggak berdua lagi :P :P
Kesimpulan untuk trimester 1
- Berat badan 53,5 kg.
- Males ngapa-ngapain..bawaannya kepengen tidur terus.
- Jarang mual, biasanya mual pagi dan malam hari, tapi cuma sebentar banget. Bisa dibilang trimester 1 ini istilahnya "hamil kebo".
- Makan tetep lancar.
- Ada waktu dimana selama 1 minggu males banget masak, tapi setelah itu jadi seneng masak. Teman-teman menduga Dede'nya perempuan ;)
- Perut agak buncit (emang biasanya juga udah buncit sih :P )
- Kepengen makan KFC dan miso soup (nggak ngidam sih, kayaknya emang doyan aja..hehe).
- Tetep rajin senam dan jalan kaki keliling track jogging sambil nemenin Joe jogging.
- Sering buang air kecil.
- Tiba-tiba nggak suka sosis dan lada putih, dengan berat hati semua stok sosis aku kasih ke Joe :((
- Suka mimpi aneh-aneh.
- Minum susu segar setiap hari, susu kedelai, air kacang ijo.
- Cek darah ternyata leukosit agak tinggi (13) dan Hb rendah (11,6). Dipaksa Joe makan daging kuda sama bayam :((
Saturday, February 5, 2011
Novara
__SINJOE's STORIES (hamil 10 minggu) __
Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)
Kami berangkat naik kereta api pukul 8.40 pagi, sampai di Novara pukul 12 siang. Bertemu dengan Mbak Yuth, Lorenzo (suaminya), Adra, Aryo, Aisyah, Ambra dan Amanah. Makan siang dengan empal, oseng buncis, ikan balado, sambal ijo dan tiramisu.
Joe menyuapi Amanah sampai Kiyuth cemburu :D . Main tebak gambar dan ping-pong. Kami pulang pukul 17.03 PM. Naik kereta tepat 30 detik sebelum kereta berangkat. Kami tidak sempat jalan-jalan di Centro-nya :(
Friday, February 4, 2011
Cek Dokter Yuk, Kehamilan 9 minggu 6 hari
Sesampai di rumah sakit, kami langsung diperbolehkan masuk karena memang sebelumnya kami sudah membuat janji. Karena ini untuk pertama kalinya, jadilah kami berkonsultasi dulu dengan bagian administrasi yang mengurus masalah kehamilan. Kami ditanya mengenai pekerjaan kami, aktivitas sehari hari, apakah aku punya teman sesama hamil yang bisa diajak sharing, apakah di rumah ada teman atau tetangga yang bisa membantu apabila ada masalah kehamilan, bahasa yang kami kuasai, riwayat penyakit, keadaan emosi saat ini (apakah stress terhadap kehidupan), perhitungan perkiraan usia kehamilan dan yang terakhir adalah....apakah kami mau mempertahankan kehamilan ini...hohoho..tentu saja hal ini lumrah ditanyakan karena di negara ini memang melegalkan tindakan aborsi. Dan tentu saja jawaban kami adalah kami ingin mempertahankannya :) :)
Oh iya, dokter bagian administrasi tadi menghitung dengan alat semacam diagram lingkaran (kalendar gestasi) dan hasilnya adalah usia kehamilanku adalah 9 minggu 6 hari :)
Selesai berkonsultasi, kami kemudian menunggu dokter ginekolog. Tidak lama kemudian kami dipersilakan masuk, dan aku langsung disuruh buka celana :P Ow ow...ternyata untuk cek USG transvaginal. USG transvaginal ini bermanfaat untuk memastikan kembali usia kehamilan, ukuran janin, detak jantung janin, dan mendeteksi adanya kelainan pada rahim atau janin.
Alhamdulillah, janin dan rahimku semuanya normal dan sehat. Terlihat sangat jelas di layar monitor kepala janin, badan dan tangannya...posisinya saat itu kepala berada di bawah...dan karena janin bergoyang-goyang jadi terlihat seperti sedang melambai-lambaikan tangannya :) mungkin dia tahu kalau sedang kami intip :P
Baru kali ini akhirnya kami menyadari kalau memang kami diberikan amanah si kecil dede'. Tapi sekarang aku bahagia :) :)
Sang dokter memberikan kami beberapa "surat jalan" untuk cek darah total (TORCH, tiroid, darah rutin, golongan darah, dll) dan cek ecografia untuk bulan depan.
Sepulang dari rumah sakit, kami langsung menghubungi orangtua kami, mengabari kalau mereka akan mendapat cucu, insyaallah :)
Langsung deh, kami diberi selamat dan yang pasti segala nasehat-nasehat yang panjaaangg.
Mulai hari ini, kami mulai "PD" mengabarkan kabar bahagia ini ke seluruh dunia ;)
Saturday, January 29, 2011
Bologna
Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)
Spontaneous Trip
Sunday, January 9, 2011
I'm Pregnant....ooo ooow...
Pernikahan kami kini menginjak usia ke 5 bulan, setelah merasakan manisnya hidup bersama di Indonesia selama 2 bulan, kemudian terpisahkan sementara selama 2 bulan karena Joe harus berangkat ke Italia lebih dahulu sedangkan aku ingin berkangen-kangen dulu dengan keluargaku, dan sekarang 1 bulan latihan hidup “hanya berdua” tanpa sanak saudara di sekitar kami.
Teringat nasehat dari Ibu mertuaku, sangat sederhana namun cukup mendalam artinya, yaitu agar kami selalu akur. Karena menurut beliau, jauhnya kami dari sanak saudara, akan menimbulkan banyak permasalahannya sendiri.
Sedikit cerita ke belakang...
Sebelum kami menikah, kami pernah membahas komitmen kami tentang kehamilan dan pemeliharaan anak-anak kami kelak. Kami sudah menyatukan pendapat, bahwa menikah bukanlah semata-mata hanya untuk melahirkan seorang anak. Menikah adalah belajar untuk saling berkomitmen, belajar hidup bersama, saling mengerti akan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terutama adalah untuk saling menyayangi. Entah dalam perjalanannya, kemudian dalam suatu pernikahan dikaruniai seorang anak. Itu adalah suatu proses dan hasil ;) bukanlah suatu tujuan.
Usia perkenalan kami cukup singkat, hanya seminggu berjumpa secara langsung di Moscow dan 9 bulan lainnya kami habiskan kebersamaan kami melalui alat komunikasi jarak jauh, Skype. Hal ini menjadi salah satu alasan kami untuk tidak terburu-buru memiliki momongan, tidak seperti kebanyakan teman-teman kami yang sudah menikah. Kami ingin menghabiskan waktu berdua dulu, saling mengenal, setidaknya mengganti masa-masa “pacaran” yang telah kami lewatkan. Kami berharap kami dikaruniai seorang anak ketika kami sudah merasa siap, siap mental. Apalagi, kondisiku saat itu yang benar-benar kejar tayang...hoho..tesis, sidang, wisuda, packing untuk pulang, dan pernikahan. Alhamdulillah, keluarga di rumah dengan sukses mengatur semua acara pernikahan kami dengan sempurna :)
Bisa dikatakan, kami berdua hanya "terima jadi" :) Aku sampai di Indonesia H-10, sedangkan Joe H-4. Fiiiuuhhh..bahkan ibuku baru berkenalan dengan calon menantunya di H-3 pernikahan kami...
Cukup capek juga, berbagai penyesuaian-penyesuaian harus aku lakukan. Kedatanganku dari Moskow yang sangat-sangat mepet dengan hari pernikahan, penyesuaian dengan keadaan rumah keluarga yang sudah lama aku tingal, penyesuaian dengan suami, keluarga besar suami (roadshow keliling), teman-teman suami dan 4 bulan kemudian aku sudah harus berangkat ke Itali dan lagi-lagi menyesuaikan dengan suasana baru. Alhamdulillah, perjalanan hidup yang sangat menarik dan menyenangkan…
Ternyata akhirnya... Allah memiliki rencana yang tidak kita ketahui..
Baru sebulan di Italia menikmati masa "pacaran", memulai hari dengan suasana baru, sambil belajar memasak, belajar bahasa Italia, menulis, merajut. Tak terasa jadwal bulananku telat seminggu, entah kenapa hati ini mengatakan bahwa aku hamil. Suamiku juga selalu menggodaku, bahwa aku hamil. Huuufff, godaan yang sangat menyebalkan!! Rasa senang dan juga khawatir bercampur aduk.
Pikiran-pikiran berlebihan mengenai repotnya masa kehamilan, ketakukan-ketakutan berlebihan mengenai proses kelahiran, menyadari kami di Italia hanya berdua, tidak tahu apa-apa mengenai kehamilan, jauh dari sanak keluarga terutama orangtua dan terutama hilangnya masa "pacaran" kami, selalu membuatku sedih dan khawatir.
Tak sabar rasanya ingin segera membeli testpack, agar aku bisa mengetahui keadaanku yang sebenarnya Tapi selalu saja, setiap aku mengajak suamiku untuk membeli testpack, ada saja alasannya untuk tidak segera membelinya. Oh oh oh, selidik punya selidik ternyata suamiku grogi, takut untuk melihat hasilnya. Selama seminggu aku bersabar untuk menahan besarnya keinginan membeli testpack. Sampai akhirnya sesuai waktu yang sudah dijanjikan suamiku, kami membeli testpack di supermarket.
Rencananya esok pagi, kami akan mengecek urine ku. Ternyata, gantian aku yang grogi. Aku menolak untuk mengecek air urine ku pada hari itu. Bahkan pada hari itu, rasa mual-mual yang biasanya aku rasakan mendadak hilang. Kemarin aku senang merasa hamil, dan sekarang aku takut kalau memang benar hamil.... :(( :(( :((
Akhirnya, baru keesokan harinya aku memberanikan diri untuk mengecek urine ku. Aku mengeceknya sendirian, tanpa suamiku, aku grogi euii...
Dan hasilnya, dua strip.
Suamiku menanyakan hasilnya, namun aku diam saja. Setelah dia melihat hasilnya, dia tersenyum lebar sambil berkata, "kiyuth hamil...!!". Entah mengapa, air mataku tiba-tiba mengalir, rasa sedih dan takut lagi-lagi menyerangku. Sedikit sekali rasa bahagia di hati ini.
Sampai selama 3 hari setelahnya, aku terus protes dengan hasil testpack itu, "Imbil, pasti testpack-nya salah, kita beli lagi yuk...", terus saja aku merajuk suamiku agar membelikan testpack lagi. Setiap hari aku menyuruh suamiku untuk melihat lagi hasil testpack-ku, siapa tahu berubah :D :D :D berharap stripnya berkurang satu... :(
Sayangnya suamiku tidak menurutiku...Suamiku terus menghiburku, mengingatkanku - mungkin lebih tepatnya menyadarkanku - bahwa aku memang benar hamil. Sedikit demi sedikit dia merayuku untuk makan lebih banyak, bergizi, mengurangi cemilan-cemilan tidak sehat. Di pagi hari, dia membuatkan nasi telur ceplok - makanan kesukaanku. Dia selalu melayani aku ketika aku merasa mual-mual dan malas untuk makan. Semangat dan dukungannya membuatku sedikit demi sedikit mulai menerima bahwa aku hamil, aku tidak sendiri, ada suamiku yang selalu menjagaku dan aku bahagia :) :) :)
Suatu saat suamiku mengajakku untuk mencari jaket bayi untuk musim dingin, karena sekarang sedang winter sale. Whew, lagi-lagi aku bertanya padanya, "memangnya beneran ya, nanti aku mau lahiran dan punya bayi?".
Haduuuuh...aku masih belum siap dengan kehamilan iniii :( just wait and see.. :(
Thursday, January 6, 2011
Trento
Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)
Makan Siang di Trento
Kami ke Trento karena diundang syukuran ulang tahun pernikahan
ke-1 (Yudis & Dewi) dan ke-2 (Tizar & Yusi). Makan soto betawi, promosi
kastanye ala Joe dan kue Pandoro. Jalan-jalan ke Centro dan berfoto dengan
bebek raksasa Trento.

Pulang naik kereta api pukul 19.10 PM.









