our little countdown

Daisypath Wedding tickers

our baby's counting down

Lilypie Pregnancy tickers

Monday, March 7, 2011

Tragedi Pendarahan :(

(Hamil minggu ke 15)

Setelah semalam kami sampai di rumah pukul 11 malam, aku langsung tertidur pulas. Sekitar pukul 7 pagi aku terbangun dan ingin buang air kecil. Sunguh kaget setelah aku buang air kecil dan pindah ke bidet, tiba-tiba mengalir darah segar yang sangat banyak, mengotori tanganku dan terus saja menetes :'( :'(

Segera kupanggil suamiku, dan tak terasa air mata ini mengalir begitu saja. Sedih sekali. Alhamdulillah Joe (suamiku) dengan tanggapnya langsung menyeka air mataku dan menenangkanku. Hiuuh, kalau tidak begitu, aku pasti akan bertambah histeris (kebiasaan cengeng). Joe segera membersihkan darah di bidet dan membantuku memakai celana. Dia segera menyuruhku berbaring di kasur dan ikut menemaniku berbaring sambil menenangkanku. Aku terus saja menangis dan ingin segera pergi ke rumah sakit. Joe menyarankan aku untuk tenang terlebih dahulu, berusaha sabar dan ikhlas terhadap apa yang terjadi karena khawatir bila aku stress maka akan mempengaruhi bayi di kandunganku. Sekitar 1 jam kemudian, setelah aku tenang dan beristirahat kami memanggil taksi dan langsung menuju rumah sakit terdekat.

Perjalanan ke rumah sakit hanya sekitar 5 menit, kami langsung menuju Unit Gawat Darurat khusus kehamilan. Alhamdulillah sepi dan aku bisa langsung diperiksa oleh sang dokter. Dokternya laki-laki, bernama Dottore Bouche Manlio. Karena sudah tegang dan khawatir dengan kondisi bayiku, tidak ada lagi rasa malu, sungkan untuk cek bagian dalam. Alhamdulillah sang Dottore sangat membuatku tenang. Justru mungkin karena dokternya laki-laki, terlihat kuat, sabar, dan tenang, rasa panikku langsung hilang. Dia masih sempat mengajakku tertawa.

Joe menjelaskan asal mula terjadinya pendarahan adalah karena terlalu capek. Sang Dokter langsung menebak, "pasti habis melihat karnival yaaaa". Malu-malu kami mengiyakan. Ternyata beliau malah tertawa-tawa sambil membahas acara karnival tersebut. Beliau mengatakan, "tidak apa-apa, jalan-jalan saja...lihat karnival...permasalahan utama kemarin adalah karena berdiri terlalu lama, harusnya disempatkan sesekali untuk duduk dan beristirahat".

Alhamdulillah hasil pengecekan USG abdominal (perut) semuanya baik-baik saja. Bayi dalam kondisi sehat, plasenta tetap pada tempatnya, dan tidak ada kelainan. Kemudian cek jalan lahir, juga tidak ada pembukaan dan tidak terjadi kontraksi.

Aku diberikan suntikan penguat rahim dan disarankan untuk istirahat total sampai dengan jadwal cek rutin dengan dokter kandunganku (Dottoressa Rossi). Kira-kira 1 minggu kemudian. Aku hanya dibekali resep obat anti sakit, diminum bila terasa mulas. Khas dokter Italia, tidak akan memberikan obat-obatan atau vitamin bila memang tidak diperlukan. Terlebih lagi bila satu-satunya cara agar sehat kembali adalah hanya dengan banyak istirahat.

Pulang dari rumah sakit aku langsung istirahat total (selama 3 minggu). Joe yang mengurus segala macam kebutuhanku, menemani ke kamar mandi, memasak, membawakan makanan & minuman, belanja, membersihkan rumah, hingga menyediakan hiburan untuk aku (laptop dan bacaan). Joe benar-benar menjadi SUAMI SIAGA :) :) :)

Dari kejadian ini, aku mendapatkan hikmah yang sangat berarti. Tanpa kusadari ternyata rasa sayang kepada bayiku sudah mulai tumbuh. Selama ini, karena tidak ada pertanda kehamilan yang berlebihan, aku tidak peduli dengan kondisiku. Tetapi begitu diberikan sedikit cobaan seperti ini rasanya sedih sekli bila harus kehilangan bayiku. Gagalnya semua rencana jalan-jalanku tidaklah berarti lagi. Ternyata, I have already fallen madly in love with my baby :)



P.S :


  • Tulisan ini ditulis lama setelah kejadian pendarahan sudah berlalu (tiap mau nulis cerita ini pasti selalu keburu deg-deg an, selalu kebayang parno-nya saat itu)

  • Kasus pendarahan pada kehamilan ternyata sangat bermacam-macam. Ada bumil yang bekerja sedikit, timbul flek-flek sedikit saja tetapi sudah bisa menyebabkan terjadinya pengguguran janin. Aku mengalami pendarahan yang banyak, tetapi entah yang lebih tau kasusnya adalah dokterku, alhamdulillah sampai sekarang masih diberikan kelancaran. Semuanya hanya karena kehendak Allah SWT. Kami hanya bisa memohon kepada Allah SWT agar bayi kami selalu diberikan keselamatan dan kesehatan.

No comments:

Post a Comment