our little countdown

Daisypath Wedding tickers

our baby's counting down

Lilypie Pregnancy tickers

Friday, February 4, 2011

Cek Dokter Yuk, Kehamilan 9 minggu 6 hari

4 Februari 2011 kami memantapkan diri untuk pergi ke Dokter Ginekolog. Setelah menemani teman-teman dari Trento ke Le Corti Venete (mall besar di Verona), aku janjian dengan suami di rumah sakit.

Sesampai di rumah sakit, kami langsung diperbolehkan masuk karena memang sebelumnya kami sudah membuat janji. Karena ini untuk pertama kalinya, jadilah kami berkonsultasi dulu dengan bagian administrasi yang mengurus masalah kehamilan. Kami ditanya mengenai pekerjaan kami, aktivitas sehari hari, apakah aku punya teman sesama hamil yang bisa diajak sharing, apakah di rumah ada teman atau tetangga yang bisa membantu apabila ada masalah kehamilan, bahasa yang kami kuasai, riwayat penyakit, keadaan emosi saat ini (apakah stress terhadap kehidupan), perhitungan perkiraan usia kehamilan dan yang terakhir adalah....apakah kami mau mempertahankan kehamilan ini...hohoho..tentu saja hal ini lumrah ditanyakan karena di negara ini memang melegalkan tindakan aborsi. Dan tentu saja jawaban kami adalah kami ingin mempertahankannya :) :)

Oh iya, dokter bagian administrasi tadi menghitung dengan alat semacam diagram lingkaran (kalendar gestasi) dan hasilnya adalah usia kehamilanku adalah 9 minggu 6 hari :)

Selesai berkonsultasi, kami kemudian menunggu dokter ginekolog. Tidak lama kemudian kami dipersilakan masuk, dan aku langsung disuruh buka celana :P Ow ow...ternyata untuk cek USG transvaginal. USG transvaginal ini bermanfaat untuk memastikan kembali usia kehamilan, ukuran janin, detak jantung janin, dan mendeteksi adanya kelainan pada rahim atau janin.

Alhamdulillah, janin dan rahimku semuanya normal dan sehat. Terlihat sangat jelas di layar monitor kepala janin, badan dan tangannya...posisinya saat itu kepala berada di bawah...dan karena janin bergoyang-goyang jadi terlihat seperti sedang melambai-lambaikan tangannya :) mungkin dia tahu kalau sedang kami intip :P

Baru kali ini akhirnya kami menyadari kalau memang kami diberikan amanah si kecil dede'. Tapi sekarang aku bahagia :) :)

Sang dokter memberikan kami beberapa "surat jalan" untuk cek darah total (TORCH, tiroid, darah rutin, golongan darah, dll) dan cek ecografia untuk bulan depan.

Sepulang dari rumah sakit, kami langsung menghubungi orangtua kami, mengabari kalau mereka akan mendapat cucu, insyaallah :)

Langsung deh, kami diberi selamat dan yang pasti segala nasehat-nasehat yang panjaaangg.

Mulai hari ini, kami mulai "PD" mengabarkan kabar bahagia ini ke seluruh dunia ;)


Ini foto Dede'nya :) dengan posisi kepala berada di bawah, dan kedua tangannya bergoyang-goyang



Saturday, January 29, 2011

Bologna





__ SINJOE's STORIES (hamil 9 minggu) __
Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)












Spontaneous Trip

Pulang dari mengurus kartu kesehatan (tessera sanitaria untuk kehamilan) kami ujug-ujug berangkat ke stasiun dan mencari kereta apapun yang akan segera berangkat. Kota Bologna menjadi pilihan. Kami makan chicken wings (makanan yang aku idam-idamkan selama ini), cheese burger, kentang goreng dan es krim. Jalan-jalan di Centro, ada patung Zeus, gereja-gereja.....bagus sekali :) Kami mengunjungi beberapa gereja dan museum seni.





















Pulang ke Verona pukul 6.10 PM.


Sunday, January 9, 2011

I'm Pregnant....ooo ooow...

Pernikahan kami kini menginjak usia ke 5 bulan, setelah merasakan manisnya hidup bersama di Indonesia selama 2 bulan, kemudian terpisahkan sementara selama 2 bulan karena Joe harus berangkat ke Italia lebih dahulu sedangkan aku ingin berkangen-kangen dulu dengan keluargaku, dan sekarang 1 bulan latihan hidup “hanya berdua” tanpa sanak saudara di sekitar kami.

Teringat nasehat dari Ibu mertuaku, sangat sederhana namun cukup mendalam artinya, yaitu agar kami selalu akur. Karena menurut beliau, jauhnya kami dari sanak saudara, akan menimbulkan banyak permasalahannya sendiri.


Sedikit cerita ke belakang...

Sebelum kami menikah, kami pernah membahas komitmen kami tentang kehamilan dan pemeliharaan anak-anak kami kelak. Kami sudah menyatukan pendapat, bahwa menikah bukanlah semata-mata hanya untuk melahirkan seorang anak. Menikah adalah belajar untuk saling berkomitmen, belajar hidup bersama, saling mengerti akan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terutama adalah untuk saling menyayangi. Entah dalam perjalanannya, kemudian dalam suatu pernikahan dikaruniai seorang anak. Itu adalah suatu proses dan hasil ;) bukanlah suatu tujuan.

Usia perkenalan kami cukup singkat, hanya seminggu berjumpa secara langsung di Moscow dan 9 bulan lainnya kami habiskan kebersamaan kami melalui alat komunikasi jarak jauh, Skype. Hal ini menjadi salah satu alasan kami untuk tidak terburu-buru memiliki momongan, tidak seperti kebanyakan teman-teman kami yang sudah menikah. Kami ingin menghabiskan waktu berdua dulu, saling mengenal, setidaknya mengganti masa-masa “pacaran” yang telah kami lewatkan. Kami berharap kami dikaruniai seorang anak ketika kami sudah merasa siap, siap mental. Apalagi, kondisiku saat itu yang benar-benar kejar tayang...hoho..tesis, sidang, wisuda, packing untuk pulang, dan pernikahan. Alhamdulillah, keluarga di rumah dengan sukses mengatur semua acara pernikahan kami dengan sempurna :)

Bisa dikatakan, kami berdua hanya "terima jadi" :) Aku sampai di Indonesia H-10, sedangkan Joe H-4. Fiiiuuhhh..bahkan ibuku baru berkenalan dengan calon menantunya di H-3 pernikahan kami...

Cukup capek juga, berbagai penyesuaian-penyesuaian harus aku lakukan. Kedatanganku dari Moskow yang sangat-sangat mepet dengan hari pernikahan, penyesuaian dengan keadaan rumah keluarga yang sudah lama aku tingal, penyesuaian dengan suami, keluarga besar suami (roadshow keliling), teman-teman suami dan 4 bulan kemudian aku sudah harus berangkat ke Itali dan lagi-lagi menyesuaikan dengan suasana baru. Alhamdulillah, perjalanan hidup yang sangat menarik dan menyenangkan…


Ternyata akhirnya... Allah memiliki rencana yang tidak kita ketahui..

Baru sebulan di Italia menikmati masa "pacaran", memulai hari dengan suasana baru, sambil belajar memasak, belajar bahasa Italia, menulis, merajut. Tak terasa jadwal bulananku telat seminggu, entah kenapa hati ini mengatakan bahwa aku hamil. Suamiku juga selalu menggodaku, bahwa aku hamil. Huuufff, godaan yang sangat menyebalkan!! Rasa senang dan juga khawatir bercampur aduk.

Pikiran-pikiran berlebihan mengenai repotnya masa kehamilan, ketakukan-ketakutan berlebihan mengenai proses kelahiran, menyadari kami di Italia hanya berdua, tidak tahu apa-apa mengenai kehamilan, jauh dari sanak keluarga terutama orangtua dan terutama hilangnya masa "pacaran" kami, selalu membuatku sedih dan khawatir.

Tak sabar rasanya ingin segera membeli testpack, agar aku bisa mengetahui keadaanku yang sebenarnya Tapi selalu saja, setiap aku mengajak suamiku untuk membeli testpack, ada saja alasannya untuk tidak segera membelinya. Oh oh oh, selidik punya selidik ternyata suamiku grogi, takut untuk melihat hasilnya. Selama seminggu aku bersabar untuk menahan besarnya keinginan membeli testpack. Sampai akhirnya sesuai waktu yang sudah dijanjikan suamiku, kami membeli testpack di supermarket.

Rencananya esok pagi, kami akan mengecek urine ku. Ternyata, gantian aku yang grogi. Aku menolak untuk mengecek air urine ku pada hari itu. Bahkan pada hari itu, rasa mual-mual yang biasanya aku rasakan mendadak hilang. Kemarin aku senang merasa hamil, dan sekarang aku takut kalau memang benar hamil.... :(( :(( :((

Akhirnya, baru keesokan harinya aku memberanikan diri untuk mengecek urine ku. Aku mengeceknya sendirian, tanpa suamiku, aku grogi euii...


Dan hasilnya, dua strip.


Suamiku menanyakan hasilnya, namun aku diam saja. Setelah dia melihat hasilnya, dia tersenyum lebar sambil berkata, "kiyuth hamil...!!". Entah mengapa, air mataku tiba-tiba mengalir, rasa sedih dan takut lagi-lagi menyerangku. Sedikit sekali rasa bahagia di hati ini.

Sampai selama 3 hari setelahnya, aku terus protes dengan hasil testpack itu, "Imbil, pasti testpack-nya salah, kita beli lagi yuk...", terus saja aku merajuk suamiku agar membelikan testpack lagi. Setiap hari aku menyuruh suamiku untuk melihat lagi hasil testpack-ku, siapa tahu berubah :D :D :D berharap stripnya berkurang satu... :(

Sayangnya suamiku tidak menurutiku...Suamiku terus menghiburku, mengingatkanku - mungkin lebih tepatnya menyadarkanku - bahwa aku memang benar hamil. Sedikit demi sedikit dia merayuku untuk makan lebih banyak, bergizi, mengurangi cemilan-cemilan tidak sehat. Di pagi hari, dia membuatkan nasi telur ceplok - makanan kesukaanku. Dia selalu melayani aku ketika aku merasa mual-mual dan malas untuk makan. Semangat dan dukungannya membuatku sedikit demi sedikit mulai menerima bahwa aku hamil, aku tidak sendiri, ada suamiku yang selalu menjagaku dan aku bahagia :) :) :)

Suatu saat suamiku mengajakku untuk mencari jaket bayi untuk musim dingin, karena sekarang sedang winter sale. Whew, lagi-lagi aku bertanya padanya, "memangnya beneran ya, nanti aku mau lahiran dan punya bayi?".

Haduuuuh...aku masih belum siap dengan kehamilan iniii :( just wait and see.. :(

Thursday, January 6, 2011

Trento

__ SINJOE's STORIES (sudah hamil tapi belum nyadar :D ) __
Setiap kali kami melakukan perjalanan, kami selalu menyempatkan diri membeli kartu pos setempat, menulis cerita singkat perjalanan kami, dan tidak lupa mencap-nya dengan cap kereta api di stasiun :)
Inilah hasil penulisan ulang kartu pos tersebut (dengan sedikit revisi)


Makan Siang di Trento



Kami ke Trento karena diundang syukuran ulang tahun pernikahan
ke-1 (Yudis & Dewi) dan ke-2 (Tizar & Yusi). Makan soto betawi, promosi
kastanye ala Joe dan kue Pandoro. Jalan-jalan ke Centro dan berfoto dengan
bebek raksasa Trento.






Pulang naik kereta api pukul 19.10 PM.



Monday, December 20, 2010

Frittelle

Fritelle made by me Frittelle dan Cannolo - makanan ringan yang aku temukan ketika aku berjalan-jalan di sekitar Centro dan Arena, saat menjelang Natal. Frittelle adalah makanan ringan (seperti donat) khas Italia, khususnya berasal dari Venesia. Biasanya, Frittelle hanya dijual pada acara-acara karnaval, contohnya seperti saat ini - pasar malam menjelang Natal.

Ya, menjelang Natal dan Tahun Baru, tiap tahun kota kami - Verona - merayakannya dengan meriah sekali. Areal Centro dan Arena berubah menjadi layaknya pasar malam, yang menjajakan berbagai aneka makanan ringan, daging, pernak-pernik, hingga pakaian. Banyak barang-barang unik dan makanan yang biasanya tidak dijual pada musim-musim biasa, termasuk Frittelle. Pada musim lain, tidak ada yang menjual Frittelle :( :(


Mercatini di Natale Verona
Mercatini di Natale Verona2 Mercatini di Natale Verona3


Dimulai dengan dipasangnya "bintang jatuh" yang sangat besar di halaman Arena, kemudian tidak lama kemudian bermunculan stand-stand kecil yang menjajakan dagangannya. Banyak cara yang mereka gunakan untuk menarik perhatian pembeli. Ada yang dengan melakukan diskon besar-besaran, promosi interaktif bahkan ada juga yang dengan melakukan yoga berjam-jam dengan gaya headstand.

Aku dan suamiku selalu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke Arena atau Centro, terutama hari Sabtu/Minggu. Sekedar melihat-lihat keramaian kota Verona sambil menikmati Frittelle atau Cannollo. Nyum nyum...makanan yang cocok sekali ketika suhu 2'C menyelimuti kota Verona ;)

Nah, bagi yang ingin mencoba membuat Frittelle, berikut ini resep yang telah kami coba.. :D

Resep Frittelle :

Bahan : 500 gr tepung; 25 gr ragi; vanila; 100 gr butter; 250 ml susu; 50 gr gula;
10 gr garam; buah lemon; minyak untuk menggoreng; gula bubuk halus; selai coklat Nutella.

Cara :
  1. Campurkan tepung, garam, gula, dan vanila ke dalam satu wadah.
  2. Pada wadah terpisah, campurkan susu dengan serutan kulit lemon.
  3. Satukan campuran tepung dan campuran susu.
  4. Tambahkan ragi dan butter, lalu aduk hingga kalis.
  5. Taruh dengan bentuk bulat ke dalam wadah yang telah diolesi dengan minyak.
  6. Tunggu 90 menit, atau hingga adonan mengembang kurang lebih 2 kali lipat lebih besar.
  7. Potong, bentuk bulat-bulat kecil.
  8. Simpan dalam suhu 30°C selama 30 menit.
  9. Bentuklah adonan sesuai keinginan, lalu goreng hingga warna menjadi kuning kecoklatan, tiriskan.
  10. Taburkan gula bubuk atau Nutella (sesuai selera)
  11. Hidangkan :) :)

Selamat mencoba...





Resep Frittelle diambil dari sini.

Friday, December 17, 2010

Roasted Sweet Chestnuts


Pertama kali suamiku memperkenalkan chestnut yaitu ketika kami sedang berbelanja di supermarket dekat rumah. Awalnya, aku tidak terlalu tertarik ketika ia sibuk memilih-milih jenis kacang-kacangan yang ingin ia beli. Aku memang bukan penggemar kacang. Akhirnya pilihan jatuh kepada Chestnut.

Sesampai di rumah, sebelum makan malam tiba, ia mengeluarkan bungkusan berisi Chestnut tersebut dan dengan bangganya memamerkan cara memasak Chestnut - yang menurut pendapat teman-temannya - lebih enak daripada yang dijual di toko-toko atau stand khusus penjual Chestnut.

Cara memasak Chestnut ala Joe :
1. Tusuk Chestnut sehingga terbentuk celah menyerupai tanda silang.
2. Rebus Chestnut selama 10 menit.
3. Masukkan ke dalam oven dengan suhu 200'C selama 20 menit.
4. Chestnut siap dihidangkan, tentunya kulitnya jangan lupa dikupas ya :)

Menurut pengakuan teman-teman, Chestnut yang dimasak oleh suamiku ini ternyata hasilnya lebih manis dan gurih dibandingkan dengan yang dijual di pasaran. Ternyata, kuncinya adalah dengan merebusnya terlebih dulu sebelum dimasukkan ke dalam oven :) (step 2). Hal yang tidak pernah dilakukan oleh para penjual Chestnut di pinggir jalan :D

Apa itu Chestnut?? Well, pada waktu itu aku tidak tahu apa itu Chestnut, entah karena aku tidak pernah memperhatikan jenis-jenis kacang-kacang atau karena memang di Indonesia tidak dijual jenis Chestnut ini. Aku tidak tahu.

Chestnut adalah nama pohon yang menghasilkan buah-buah berduri yang di dalamnya terdapat biji yang bisa dimakan. Biji inilah yang juga sering disebut dengan nama Chestnut. Di Indonesia sering juga disebut Kastanya.

Pohon ini dibedakan menjadi empat spesies : Castanea sativa (kastanya Eropa), Castanea mollissima (kastanya Cina), Castanea crenata (kastanya Jepang) , dan Castanea dentata (kastanya Amerika).

Nah, Chestnut yang kami beli kemarin adalah Chestnut spesies Castanea sativa, yaitu satu-satunya Chestnut yang berasal dari Eropa. Rasanya lebih manis, bentuknya lebih proporsional (tidak terlalu besar/kecil) dan kulit bagian fdalamnya lebih mudah dikelupas.

Jadilah aku ketagihan Chestnut :D :D
Siapa bilang aku tidak suka kacang-kacangan?? ;) ;)

Wednesday, December 15, 2010

Verona's Kitchen

Selama hampir sebulan tinggal di Verona, ternyata ketertarikanku untuk memasak muncul kembali. Berawal dari temannya Joe - Silvia, gadis Italy yang senang sekali masak dan membuat kue - aku jadi tertarik untuk belajar masak (lagi). Apalagi, semangatku ini didukung dengan kondisi dapur yang sangat nyaman untuk memasak dengan peralatan-peralatan masaknya yang lengkap dan siap pakai. Dalam sekejap, aku sudah hafal letak-letak semua peralatan dan cara penggunaannya.
Belajar memasak pun menjadi menyenangkan. Ditambah Joe juga suka mencoba-coba resep baru, dan dengan sukarela menghabiskan masakan yang aku buat, walaupun rasanya kurang pas :D :D

Aku sudah berhasil mencoba membuat frittelle, pancake, omelette, roasted sweet chestnuts (Castanea sativa), berbagai macam spaghetti, salad dll...Masih banyak masakan lainnya yang ingin aku pelajari :)








This is my lovely Verona's kitchen ;)