Sore ini aku dan Joe ke rumah sakit, cek rutin untuk kandunganku. Hanya saja, cek rutin kali ini terasa berbeda dengan cek-cek sebelumnya karena kasus pendarahan minggu lalu, menyebabkan hati ini terasa tidak karuan. Hari-hari sebelumnya, rasanya tidak sabar ingin bertemu sang dokter untuk menanyakan (lagi) kondisi bayiku. Sekarang, justru rasanya tidak siap untuk bertemu si ecografi (alat usg). Takut maaaak... Khawatir berlebihan, kebiasaan deh parnoan :(
Pelan-pelan sekali aku menuruni anak tangga, seperti kura-kura. Padahal seminggu sebelumnya aku selalu naik-turun tangga 3 lantai dengan gagah, tidak kalah cepat dengan Joe. Ternyata begini ya rasanya jadi bumil, baru kerasa deh..hoeh..
Kali ini kami pergi ke rumah sakit menggunakan taksi, sempat juga aku bilang ke Dede', “Jarang-jarang kan De' kita naik taksi di luar negri, hehe, sekarang kita kemana-mana naik taksi”. Sampai di rumah sakit, alhamdulillah sepi untuk pasien ibu hamil, hanya ada 2 keluarga yang antri untuk kontrol bayinya ke bagian tumbuh kembang anak sehingga kami bisa langsung bertemu Ibu Dokter.
Haduh, selama perjalanan sampai ke ruang dokter, jantungku berdetak kencang sekali. Whew, biasanya aku seperti ini hanya kalau mau presentasi, entah seminar, sidang atau mau konser piano. "Hauu hau.. De' jangan nakut-nakutin Ibu dong.. udah keder duluan niih :( ", batinku sambil terus berdoa dan memegang tangan Joe. Di dalam ruangan dokter, gelap temaram, persiapan untuk usg. Wah, lumayan menenangkan. Bu dokter (Dottoressa Rossi) langsung membaca hasil pemeriksaan usg sewaktu aku masuk ugd minggu lalu. Hmm, wajah Bu dokter terlihat santai dan beliau menanyakan perkembangan kondisiku selama seminggu ini.
Kesimpulan awal beliau adalah kemungkinan bayinya aman. Beliau lalu memeriksa aku dengan alat ecografia, alhamdulillah hasilnya juga baik. Bayi sehat, rahim normal, dan plasenta baik. "Wah, senang sekali bisa melihat Dede' lagi". Kali ini terlihat jelas sekali jari-jari tangannya. Sayang, hasil ecografinya tidak dicetak oleh Bu dokter.
Aku juga sempat menanyakan tentang obat penguat kandungan, tapi beliau malah bingung, obat apa itu, kenapa harus pakai penguat. Beliau hanya menekankan bahwa obatnya hanyalah istirahat. Sepertinya di Italy termasuk negara yang sangat minimalis dalam penggunaan obat-obatan.
"Okelah kalau begitu..kita bobo-bobo-an lagi ya De' :) ", tau aja nih Dede' kalau ibunya suka bobo :) disuruh bobo-an lagi De' selama 2 minggu.
Akhirnya, pulanglah kami ke rumah dengan hati tenang, bahagia dan penuh syukur. Alhamdulillah ya Allah, Engkau Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pelindung.