Setelah penantian yang lama (3 bulan) sejak kami berdua memutuskan berkomitmen untuk menjalani hubungan yang lebih serius dan mempersiapkan diri untuk menuju jenjang pernikahan, akhirnya hari tunangan itu datang juga.. :) :) Yes, it's my engagement day!! oopps.. Our engagement day, I mean.. :)
Acara pertunangan kami diselenggarakan di rumahku pada Jumat,

2 April 2010, dengan melibatkan kehadiran keluarga besar dari kedua belah pihak. Diperkirakan sekitar 60 orang hadir pada acara pertunangan kami, ikut mendoakan kami berdua agar selalu diberi petunjuk, kemudahan, dan ketetapan hati alam melangkah ke jenjang selanjutnya. Acara dimulai sekitar 1 jam lebih awal dari agenda yang direncanakan sebelumnya, membuat aku dan Joe harus bangun lebih pagi dari rencana semula.
Ada yang sangat unik dari pertunangan kami ini, yaitu pertunangan yang dilaksanakan secara
in absentia. Ya.., aku ataupun Joe tidak hadir secara fisik pada saat acara pertunangan kami. Hal ini dikarenakan aku masih sibuk menyelesaikan tesis di Moscow dan Joe masih mengikuti perkuliah di Lugano.
Walaupun pertunangan kami dilaksanakan secara
in absentia, bukan berarti kami berdua tidak bisa mengikuti acara pertunangan ini. Berbekal laptop kami masing-masing yang terhubung internet dan bantuan
mbak Indri dan
mas Tanjung yang mempersiapkan perlengkapan untuk videoconference di rumahku, aku dan Joe pun bisa ikut hadir di rumah secara maya. Kombinasi Skype sebagai media pengantar suara dan Yahoo Messenger sebagai media pengantar visual mampu untuk menghubungkan aku di Moscow, Joe di Verona (Joe, sebenarnya

kamu kuliah di Verona ato Lugano sih?), dan keluarga kami berdua di rumahku.
Acara lamaran diadakan di rumahku pada pukul 8.00 WIB atau pukul 5 pagi (waktu Moscow) dan pukul 3 pagi (waktu Italia). Hari tersebut merupakan hari pertama pemberlakuan waktu musim panas (
daylight saving time) untuk daerah Eropa, sehingga aku dan Joe 'kehilangan' waktu 1 jam, sehingga pada saat iku terasa pukul 4 pagi bagiku (Moscow) dan pukul 2 pagi bagi Joe (Italia). Fyuuhhh, mata masih terasa berat sekali untuk membuka ketika sms mbak Indri sampai di hp ku. Isi sms mengatakan bahwa, seluruh keluarga Limo sudah siap, dan keluarga Joe sudah dalam perjalanan mendekati rumahku. Wheww, bahkan aku belum bersiap-siap, langsung hilang semua rasa kantuk ini. Segera aku bangunkan Joe melalui Skype, dia pun kaget karena ternyata keluarganya akan tiba lebih awal dari rencana semula. Jalanan Cinere sepi lengang karena hari libur Paskah.
Segera kami bergegas ke kamar mandi, hanya mencuci muka :P dan berganti pakaian. Lalu, kehebohan mulai terjadi. Ternyata suasana kamarku sangat jauh berbeda dengan suasana ketika kami melakukan gladi resik 2 hari sebelum acara :( . Aku juga kesulitan untuk mengancingkan kancing baju yang ada di bagian belakang, karena teman sekamarku, Diani, belum bangun dan tidak dapat membantuku mengancingkannya. Setelah bersusah payah tanpa hasil untuk mengancingkannya, akhirnya aku membiarkan kancing belakang tersebut tak terkancing :( . Masalah kancing baru terselesaikan, permasalahan lain pun timbul. Ternyata pagi itu aku juga kehilangan peniti jilbabku yang biasanya selalu ada di mejaku, peniti tersebut tiba-tiba saja pergi menghilang tanpa mengirimkan kartu pos :D . Tapi untung saja, aku melihat bros besar yang ada di pojok meja, lalu akupun meraihnya dan menjepitkannya di jilbabku… huuufff… ada-ada saja…
Dan permasalahan lain yang timbul adalah pencahayaan. Karena masih terlalu pagi, dan tidak ada cahaya matahari yang masuk ke dalam kamarku, aku harus mencari cara untuk menyinari wajahku agar jelas terlihat oleh para tamu di rumahku. Akhirnya, aku memindahkan lampu mejaku dan meletakkannya dekat dengan laptopku. Walau dengan bantuan cahaya lampu kamar dan lampu meja, tetap saja gambar di Yahoo Mesenger menjadi kurang jelas. Ta

pi setidaknya cahaya yang ada sudah lumayan cukup, asal jangan sampai wajahku tertukar dengan wajahnya Joe :P :P
Agak lebih awal dari perencanaan yang telah dibuat sebelumnya, keluarganya Joe sampai di rumahku pada sekitar pukul 07.30 WIB (lebih awal dari yang semula direncanakan). Dari layar monitorku, aku melihat keluarga besarku berbaris rapi menyambut keluarga besarnya Joe, sedangkan Joe masih belum tampak di layar monitornya karena dia masih bersiap-siap dan berdandan, huuufff.. Setelah orang tuanya Joe masuk rumahku dan menempati tempat duduk yang berhadapan langsung dengan ibuku dan mas Tanjung, Joe langsung menampakkan diri di layar monitor sambil memastikan posisi kamera komputernya. Tanpa menunggu lama, acara lamaran pun dimulai. Tentu saja, aku dan Joe merasa deg-degan dan grogi dalam menjalani acara tersebut, dan untuk menghilangkan rasa grogi tersebut, beberapa kali aku dan Joe berkomunikasi melalui chatting, memberi komentar kejadian-kejadian aneh di dalam rumahku, hihihi…
Secara garis besar, lamaran kami berlangsung dengan urutan acara seperti berikut ini:
- Dimulai oleh Bu Nik (tanteku) sebagai MC nya,
memberi sambutan dan mempersilakan perwakilan dari pihak Joe untuk menyampaikan maksud dari kedatangan mereka. Ups, namaku sudah diberi gelar MSc. wah hutang gelar nih… hihi..
- Bapaknya Joe sebagai perwakilan pihak keluarganya Joe, menyampaikan maksud kedatangan mereka.
- Kakakku – Mas Tanjung, sebagai perwakilan keluargaku menerima dan menanyakan Joe (via webcam) awal dari pertemuan kami berdua, dan menanyakan aku mengenai jawaban atas lamaran tersebut.
- Joe menjelaskan secara singkat awal dari pertemuan kami berdua yang tidak
berkesan bagiku, akan tetapi cukup berkesan baginya. Lalu Joe juga menceritakan mengenai pertemuan kami di dunia maya yang dilanjutkan dengan pertemuan kedua di Moscow yang selanjutnya menjadikan awal mula komitmen kami berdua untuk menyiapkan pernikahan kami.
- Aku menerima lamaran Joe :) , dan seluruh tamu langsung heboh mengucap puji syukur dan tertawa bahagia (jangan-jangan jawabanku ada yang aneh ya? kok mereka tertawa :P )
- Perkenalan keluarga dari pihak keluarganya Joe (diperkenalkan oleh bapaknya Joe).
- Perkenalan keluarga dari pihak keluargaku
(diperkenalkan oleh Ibuku).
- Doa bersama yang dipimpin Om-nya Joe.
- Ramah tamah dan makan siang bersama dengan menu : nasi liwet lengkap dengan piring-piring daunnya (dan mbok-mbok penjualnya :P ), soto ayam, es oyen, dan buah-buahan…nyem nyem nyem…
- Penutupan acara, disertai dengan pemberian tanda mata dari keluargaku.

Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar dan selesai pada pukul 10 WIB. Setelah keluarganya Joe meninggalkan rumahku, aku, Joe dan keluargaku bercanda-canda sebentar melalui
chat, sambil Joe memperkenalkan diri kepada sepupu-sepupuku. Karena aku dan Joe masih mengantuk, kami mohon diri dan akhirnya aku dan Joe diperbolehkan untuk melanjutkan tidur….uraaaaaa :) :) .
Setelah bangun tidur, beberapa teman dan saudara mengucapkan selamat atas dilamarnya aku, dan aku hanya serasa mimpi di pagi buta, hihihi..
Alhamdulillah, satu tahap sudah kami lewati..
Semoga Allah selalu memberi petunjuk dan kemudahan bagi kami berdua.. Amin..
NB : Terima kasih untuk seluruh saudara-saudara yang sudah membantu acara lamaran kami ini
If you are interested, you can check
this for the same story from another point of view.