our little countdown

Daisypath Wedding tickers

our baby's counting down

Lilypie Pregnancy tickers

Sunday, October 17, 2010

Sate Telur Puyuh Kecap

Yihaaaaa....akhirnya, aku menambah kesibukan di rumah dengan belajar masak. Tentunya dibawah pengarahan Master Chef Bulik Odat (tanteku)...hohohoho....

Dimulai dari yang super simpel dulu ya... :P :P walaupun simpel, tapi kalau kita nggak tau cara buatnya ya nggak akan bisa lho...hehehe (ngeles*mode on).
1. Rebus telur puyuh
2. Setelah telur puyuh matang, kupas (rendam dulu dengan air dingin ya..biar nggak panas dan lebih mudah dikupas ;) )
3. Telur puyuh yang telah dikupas, direbus dengan kecap manis
4. Sampai kira-kira warna telur cukup coklat dan berasa manis (boleh dicoba lho), angkat telur-telur dari panci
5. Tusuk telur-telur dengan tusukan sate, jadi deh....hohohoho
Menurut Bulik Odat, sate telur puyuh kecap buatanku kurang manis (karena kurang lama direbus dengan kecap), tapi menurut Mbak Indri (kakakku) manisnya sudah cukup, dan dia suka banget lho sama sate buatanku ini..... ;) ;) ;)
Ternyata memasak itu gampang ya, asal ada kemauan...hehehe...

Monday, October 4, 2010

BoSEEEeeNN

Selama sepi sendiri ditinggal suamiku ke Itali (lebay..) aku menyibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan. Tentunya kegiatan yang sengaja banget "diadain", hohoho...
Membersihkan kamar, mengepak barang-barang yang akan dibawa ke Italia maupun yang ditinggal di rumah (supaya tidak berantakan dan susah mencarinya), mengurus dokumen-dokumen (visa, legalisasi dikti), membantu Ibu ala kadarnya :P , merencanakan pencarian beasiswa untuk s3, dll.

Sekarang aku lagi bosen nih...kamar sengaja dibuat berantakan, dokumen-dokumen sedang diproses....tadi pergi jalan-jalan sama Ibu, sekarang bengong deh..

Sebetulnya, banyak banget lho rencanaku mengisi hari-hari sunyi sepiku ini (lebay lagii...), diantaranya : kursus menjahit, kursus salon, melanjutkan kursus piano, belajar masak sama Bulik Odat dan Mbak Shahliah, upload foto-foto ke picasaweb, dan rapihin blog-ku.

Tapi apa daya, kenapa ini semangat suka naik turun...padahal aku sudah cari semua informasi mengenai kursus-kursus yang aku minati itu..... huuuufff...

Jadi, kegiatanku sekarang...ya browsing-browsing internet, chatting dengan suamiku, rapi-rapi kamar, siap-siap isi formulir s3, berenang 2 kali seminggu, belanja buah (jika stok mingguan habis)....OMG, mulai terlihat tanda-tanda kebosanan di diriku!!!!! banyak kerjaan yang belum selesai, tapi aku malas melanjutkannya....bhuuuu, kamarku jadinya malah berantakan.. :( :( :(

Tadi pagi aku menemukan ide baru, untuk nambah-nambahin kerjaan...hehe...yaitu :
tiap pagi beli susu kedelai di tetangga sebelah (10 rumah dari rumahku lah kira-kira) dan nambahin blog-ku dengan resep makanan....

HAHAHAHA, lumayan...ada kerjaan baruu....yipiiiieee...

Friday, September 24, 2010

Kangen Imbuul...

Hari ini, 23 September 2010 Imbul-ku pulang ke Itali. Sedih :( :(
Setelah hampir 2 bulan menikah dan bisa komunikasi langsung, sekarang harus dimulai lagi komunikasi dengan Skype....OMG, Skype-an lagiiiiii....huuuffff.

Terasa ada yang hilang, setelah semua kegiatan selalu dilakukan berdua...sekarang jadi sendirian...OMG, baru juga ditinggal kemarin....bhuuuuu...hauuuu...kangeeenn...

Jadi bingung, pilih ngurus visa keluarga yang perlu waktu 2 - 3 bulan atau bisa lebih lama lagi....atau...visa turis yang bisa langsung jadi ya....??

Visa turis...keluarga...turis...keluarga...turis...keluarga...turis....OMG..... (confused*mode on)

Friday, May 28, 2010

Makan Sirip Ikan Hiu...TIDAAAKK!!

Dulu..sewaktu aku masih kecil- kisaran SD, pernah diajak oleh Bapakku ke Aceh dan Medan. Aku lupa persisnya dimana aku berada (hihi, maklum masih kecil :P ), kami sekeluarga pernah berkunjung ke salah satu restauran di tempat itu. Restauran yang cukup eksklusive, dengan menu andalannya adalah sup sirip ikan hiu...Kami sekeluarga mencobanya...dan rasanya lumayanlah... (tidak bisa dibilang sangat enak).
Sekarang, menu ini banyak disajikan di restauran-restauran seafood di Jakarta. Namun, ternyata sedikit sekali penikmat sajian Sirip Ikan Hiu yang tahu cerita SERAM dibalik itu. O iya, sebelumnya, sedikit info dari WWF bahwa dari polling sebanyak 200 orang,
apakah mereka pernah mencoba menu spesial ini ??
15% (30 orang) pernah
85% (170 orang) belum pernah

Tapi yang terpenting adalah, cerita SERAM-nya (worried*mode on) :

1. Setiap tahun 10 juta hiu mati perlahan karena dipotong siripnya :(
2. Sirip dipotong saat hiu dalam keadaan hidup, lalu sisa tubuhnya dibuang ke laut :(
3. Akibatnya, sebagian hiu mati kelaparan, sebagian lain dimakan pelan-pelan oleh ikan lain, ada juga yang tenggelam karena hiu harus selalu bergerak untuk membiarkan air melewati insangnya demi mendapatkan asupan oksigen
4. Nelayan hanya tertarik dengan sirip hiu karena dagingnya tidak terlalu bernilai komersil dan menyita banyak tempat di perahu. Selain itu daging hiu mengandung urea yang mengubah menjadi amonia saat hiu mati sehingga bisa meracuni ikan lain.

Kasihan ya ikan hiu-nya... :(( :((

Info diperoleh dari Buletin SAlam (Sahabat Alam) - WWF Indonesia.

Wednesday, May 26, 2010

My Mini City


Teman-temanku...mampir dan klik 'my mini city' ku yaaaa....biar menambah kehidupan di "sintakiyuth city' :) :) :)

Ini mainan di saat-saat genting alias sutris menghadapi sidang 3 minggu kedepan...hauuuuu :(( :(( :((



Thursday, May 20, 2010

Medley - Mujhse Dosti Karoge

It's Bollywood Time... :D



I like very much this medley.. But, I am sorry I couldn't provide the lyrics of the songs.. :(

Wednesday, May 19, 2010

Our Unique Engagement

Setelah penantian yang lama (3 bulan) sejak kami berdua memutuskan berkomitmen untuk menjalani hubungan yang lebih serius dan mempersiapkan diri untuk menuju jenjang pernikahan, akhirnya hari tunangan itu datang juga.. :) :) Yes, it's my engagement day!! oopps.. Our engagement day, I mean.. :)

Acara pertunangan kami diselenggarakan di rumahku pada Jumat, 2 April 2010, dengan melibatkan kehadiran keluarga besar dari kedua belah pihak. Diperkirakan sekitar 60 orang hadir pada acara pertunangan kami, ikut mendoakan kami berdua agar selalu diberi petunjuk, kemudahan, dan ketetapan hati alam melangkah ke jenjang selanjutnya. Acara dimulai sekitar 1 jam lebih awal dari agenda yang direncanakan sebelumnya, membuat aku dan Joe harus bangun lebih pagi dari rencana semula.

Ada yang sangat unik dari pertunangan kami ini, yaitu pertunangan yang dilaksanakan secara in absentia. Ya.., aku ataupun Joe tidak hadir secara fisik pada saat acara pertunangan kami. Hal ini dikarenakan aku masih sibuk menyelesaikan tesis di Moscow dan Joe masih mengikuti perkuliah di Lugano.

Walaupun pertunangan kami dilaksanakan secara in absentia, bukan berarti kami berdua tidak bisa mengikuti acara pertunangan ini. Berbekal laptop kami masing-masing yang terhubung internet dan bantuan mbak Indri dan mas Tanjung yang mempersiapkan perlengkapan untuk videoconference di rumahku, aku dan Joe pun bisa ikut hadir di rumah secara maya. Kombinasi Skype sebagai media pengantar suara dan Yahoo Messenger sebagai media pengantar visual mampu untuk menghubungkan aku di Moscow, Joe di Verona (Joe, sebenarnya kamu kuliah di Verona ato Lugano sih?), dan keluarga kami berdua di rumahku.

Acara lamaran diadakan di rumahku pada pukul 8.00 WIB atau pukul 5 pagi (waktu Moscow) dan pukul 3 pagi (waktu Italia). Hari tersebut merupakan hari pertama pemberlakuan waktu musim panas (daylight saving time) untuk daerah Eropa, sehingga aku dan Joe 'kehilangan' waktu 1 jam, sehingga pada saat iku terasa pukul 4 pagi bagiku (Moscow) dan pukul 2 pagi bagi Joe (Italia). Fyuuhhh, mata masih terasa berat sekali untuk membuka ketika sms mbak Indri sampai di hp ku. Isi sms mengatakan bahwa, seluruh keluarga Limo sudah siap, dan keluarga Joe sudah dalam perjalanan mendekati rumahku. Wheww, bahkan aku belum bersiap-siap, langsung hilang semua rasa kantuk ini. Segera aku bangunkan Joe melalui Skype, dia pun kaget karena ternyata keluarganya akan tiba lebih awal dari rencana semula. Jalanan Cinere sepi lengang karena hari libur Paskah.

Segera kami bergegas ke kamar mandi, hanya mencuci muka :P dan berganti pakaian. Lalu, kehebohan mulai terjadi. Ternyata suasana kamarku sangat jauh berbeda dengan suasana ketika kami melakukan gladi resik 2 hari sebelum acara :( . Aku juga kesulitan untuk mengancingkan kancing baju yang ada di bagian belakang, karena teman sekamarku, Diani, belum bangun dan tidak dapat membantuku mengancingkannya. Setelah bersusah payah tanpa hasil untuk mengancingkannya, akhirnya aku membiarkan kancing belakang tersebut tak terkancing :( . Masalah kancing baru terselesaikan, permasalahan lain pun timbul. Ternyata pagi itu aku juga kehilangan peniti jilbabku yang biasanya selalu ada di mejaku, peniti tersebut tiba-tiba saja pergi menghilang tanpa mengirimkan kartu pos :D . Tapi untung saja, aku melihat bros besar yang ada di pojok meja, lalu akupun meraihnya dan menjepitkannya di jilbabku… huuufff… ada-ada saja…

Dan permasalahan lain yang timbul adalah pencahayaan. Karena masih terlalu pagi, dan tidak ada cahaya matahari yang masuk ke dalam kamarku, aku harus mencari cara untuk menyinari wajahku agar jelas terlihat oleh para tamu di rumahku. Akhirnya, aku memindahkan lampu mejaku dan meletakkannya dekat dengan laptopku. Walau dengan bantuan cahaya lampu kamar dan lampu meja, tetap saja gambar di Yahoo Mesenger menjadi kurang jelas. Tapi setidaknya cahaya yang ada sudah lumayan cukup, asal jangan sampai wajahku tertukar dengan wajahnya Joe :P :P

Agak lebih awal dari perencanaan yang telah dibuat sebelumnya, keluarganya Joe sampai di rumahku pada sekitar pukul 07.30 WIB (lebih awal dari yang semula direncanakan). Dari layar monitorku, aku melihat keluarga besarku berbaris rapi menyambut keluarga besarnya Joe, sedangkan Joe masih belum tampak di layar monitornya karena dia masih bersiap-siap dan berdandan, huuufff.. Setelah orang tuanya Joe masuk rumahku dan menempati tempat duduk yang berhadapan langsung dengan ibuku dan mas Tanjung, Joe langsung menampakkan diri di layar monitor sambil memastikan posisi kamera komputernya. Tanpa menunggu lama, acara lamaran pun dimulai. Tentu saja, aku dan Joe merasa deg-degan dan grogi dalam menjalani acara tersebut, dan untuk menghilangkan rasa grogi tersebut, beberapa kali aku dan Joe berkomunikasi melalui chatting, memberi komentar kejadian-kejadian aneh di dalam rumahku, hihihi…

Secara garis besar, lamaran kami berlangsung dengan urutan acara seperti berikut ini:



  1. Dimulai oleh Bu Nik (tanteku) sebagai MC nya, memberi sambutan dan mempersilakan perwakilan dari pihak Joe untuk menyampaikan maksud dari kedatangan mereka. Ups, namaku sudah diberi gelar MSc. wah hutang gelar nih… hihi..


  2. Bapaknya Joe sebagai perwakilan pihak keluarganya Joe, menyampaikan maksud kedatangan mereka.


  3. Kakakku – Mas Tanjung, sebagai perwakilan keluargaku menerima dan menanyakan Joe (via webcam) awal dari pertemuan kami berdua, dan menanyakan aku mengenai jawaban atas lamaran tersebut.


  4. Joe menjelaskan secara singkat awal dari pertemuan kami berdua yang tidak berkesan bagiku, akan tetapi cukup berkesan baginya. Lalu Joe juga menceritakan mengenai pertemuan kami di dunia maya yang dilanjutkan dengan pertemuan kedua di Moscow yang selanjutnya menjadikan awal mula komitmen kami berdua untuk menyiapkan pernikahan kami.


  5. Aku menerima lamaran Joe :) , dan seluruh tamu langsung heboh mengucap puji syukur dan tertawa bahagia (jangan-jangan jawabanku ada yang aneh ya? kok mereka tertawa :P )


  6. Perkenalan keluarga dari pihak keluarganya Joe (diperkenalkan oleh bapaknya Joe).


  7. Perkenalan keluarga dari pihak keluargaku (diperkenalkan oleh Ibuku).


  8. Doa bersama yang dipimpin Om-nya Joe.


  9. Ramah tamah dan makan siang bersama dengan menu : nasi liwet lengkap dengan piring-piring daunnya (dan mbok-mbok penjualnya :P ), soto ayam, es oyen, dan buah-buahan…nyem nyem nyem…


  10. Penutupan acara, disertai dengan pemberian tanda mata dari keluargaku.


Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar dan selesai pada pukul 10 WIB. Setelah keluarganya Joe meninggalkan rumahku, aku, Joe dan keluargaku bercanda-canda sebentar melalui chat, sambil Joe memperkenalkan diri kepada sepupu-sepupuku. Karena aku dan Joe masih mengantuk, kami mohon diri dan akhirnya aku dan Joe diperbolehkan untuk melanjutkan tidur….uraaaaaa :) :) .

Setelah bangun tidur, beberapa teman dan saudara mengucapkan selamat atas dilamarnya aku, dan aku hanya serasa mimpi di pagi buta, hihihi..


Alhamdulillah, satu tahap sudah kami lewati..
Semoga Allah selalu memberi petunjuk dan kemudahan bagi kami berdua.. Amin..

NB : Terima kasih untuk seluruh saudara-saudara yang sudah membantu acara lamaran kami ini

If you are interested, you can check this for the same story from another point of view.