our little countdown

Daisypath Wedding tickers

our baby's counting down

Lilypie Pregnancy tickers

Monday, December 20, 2010

Frittelle

Fritelle made by me Frittelle dan Cannolo - makanan ringan yang aku temukan ketika aku berjalan-jalan di sekitar Centro dan Arena, saat menjelang Natal. Frittelle adalah makanan ringan (seperti donat) khas Italia, khususnya berasal dari Venesia. Biasanya, Frittelle hanya dijual pada acara-acara karnaval, contohnya seperti saat ini - pasar malam menjelang Natal.

Ya, menjelang Natal dan Tahun Baru, tiap tahun kota kami - Verona - merayakannya dengan meriah sekali. Areal Centro dan Arena berubah menjadi layaknya pasar malam, yang menjajakan berbagai aneka makanan ringan, daging, pernak-pernik, hingga pakaian. Banyak barang-barang unik dan makanan yang biasanya tidak dijual pada musim-musim biasa, termasuk Frittelle. Pada musim lain, tidak ada yang menjual Frittelle :( :(


Mercatini di Natale Verona
Mercatini di Natale Verona2 Mercatini di Natale Verona3


Dimulai dengan dipasangnya "bintang jatuh" yang sangat besar di halaman Arena, kemudian tidak lama kemudian bermunculan stand-stand kecil yang menjajakan dagangannya. Banyak cara yang mereka gunakan untuk menarik perhatian pembeli. Ada yang dengan melakukan diskon besar-besaran, promosi interaktif bahkan ada juga yang dengan melakukan yoga berjam-jam dengan gaya headstand.

Aku dan suamiku selalu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke Arena atau Centro, terutama hari Sabtu/Minggu. Sekedar melihat-lihat keramaian kota Verona sambil menikmati Frittelle atau Cannollo. Nyum nyum...makanan yang cocok sekali ketika suhu 2'C menyelimuti kota Verona ;)

Nah, bagi yang ingin mencoba membuat Frittelle, berikut ini resep yang telah kami coba.. :D

Resep Frittelle :

Bahan : 500 gr tepung; 25 gr ragi; vanila; 100 gr butter; 250 ml susu; 50 gr gula;
10 gr garam; buah lemon; minyak untuk menggoreng; gula bubuk halus; selai coklat Nutella.

Cara :
  1. Campurkan tepung, garam, gula, dan vanila ke dalam satu wadah.
  2. Pada wadah terpisah, campurkan susu dengan serutan kulit lemon.
  3. Satukan campuran tepung dan campuran susu.
  4. Tambahkan ragi dan butter, lalu aduk hingga kalis.
  5. Taruh dengan bentuk bulat ke dalam wadah yang telah diolesi dengan minyak.
  6. Tunggu 90 menit, atau hingga adonan mengembang kurang lebih 2 kali lipat lebih besar.
  7. Potong, bentuk bulat-bulat kecil.
  8. Simpan dalam suhu 30°C selama 30 menit.
  9. Bentuklah adonan sesuai keinginan, lalu goreng hingga warna menjadi kuning kecoklatan, tiriskan.
  10. Taburkan gula bubuk atau Nutella (sesuai selera)
  11. Hidangkan :) :)

Selamat mencoba...





Resep Frittelle diambil dari sini.

Friday, December 17, 2010

Roasted Sweet Chestnuts


Pertama kali suamiku memperkenalkan chestnut yaitu ketika kami sedang berbelanja di supermarket dekat rumah. Awalnya, aku tidak terlalu tertarik ketika ia sibuk memilih-milih jenis kacang-kacangan yang ingin ia beli. Aku memang bukan penggemar kacang. Akhirnya pilihan jatuh kepada Chestnut.

Sesampai di rumah, sebelum makan malam tiba, ia mengeluarkan bungkusan berisi Chestnut tersebut dan dengan bangganya memamerkan cara memasak Chestnut - yang menurut pendapat teman-temannya - lebih enak daripada yang dijual di toko-toko atau stand khusus penjual Chestnut.

Cara memasak Chestnut ala Joe :
1. Tusuk Chestnut sehingga terbentuk celah menyerupai tanda silang.
2. Rebus Chestnut selama 10 menit.
3. Masukkan ke dalam oven dengan suhu 200'C selama 20 menit.
4. Chestnut siap dihidangkan, tentunya kulitnya jangan lupa dikupas ya :)

Menurut pengakuan teman-teman, Chestnut yang dimasak oleh suamiku ini ternyata hasilnya lebih manis dan gurih dibandingkan dengan yang dijual di pasaran. Ternyata, kuncinya adalah dengan merebusnya terlebih dulu sebelum dimasukkan ke dalam oven :) (step 2). Hal yang tidak pernah dilakukan oleh para penjual Chestnut di pinggir jalan :D

Apa itu Chestnut?? Well, pada waktu itu aku tidak tahu apa itu Chestnut, entah karena aku tidak pernah memperhatikan jenis-jenis kacang-kacang atau karena memang di Indonesia tidak dijual jenis Chestnut ini. Aku tidak tahu.

Chestnut adalah nama pohon yang menghasilkan buah-buah berduri yang di dalamnya terdapat biji yang bisa dimakan. Biji inilah yang juga sering disebut dengan nama Chestnut. Di Indonesia sering juga disebut Kastanya.

Pohon ini dibedakan menjadi empat spesies : Castanea sativa (kastanya Eropa), Castanea mollissima (kastanya Cina), Castanea crenata (kastanya Jepang) , dan Castanea dentata (kastanya Amerika).

Nah, Chestnut yang kami beli kemarin adalah Chestnut spesies Castanea sativa, yaitu satu-satunya Chestnut yang berasal dari Eropa. Rasanya lebih manis, bentuknya lebih proporsional (tidak terlalu besar/kecil) dan kulit bagian fdalamnya lebih mudah dikelupas.

Jadilah aku ketagihan Chestnut :D :D
Siapa bilang aku tidak suka kacang-kacangan?? ;) ;)

Wednesday, December 15, 2010

Verona's Kitchen

Selama hampir sebulan tinggal di Verona, ternyata ketertarikanku untuk memasak muncul kembali. Berawal dari temannya Joe - Silvia, gadis Italy yang senang sekali masak dan membuat kue - aku jadi tertarik untuk belajar masak (lagi). Apalagi, semangatku ini didukung dengan kondisi dapur yang sangat nyaman untuk memasak dengan peralatan-peralatan masaknya yang lengkap dan siap pakai. Dalam sekejap, aku sudah hafal letak-letak semua peralatan dan cara penggunaannya.
Belajar memasak pun menjadi menyenangkan. Ditambah Joe juga suka mencoba-coba resep baru, dan dengan sukarela menghabiskan masakan yang aku buat, walaupun rasanya kurang pas :D :D

Aku sudah berhasil mencoba membuat frittelle, pancake, omelette, roasted sweet chestnuts (Castanea sativa), berbagai macam spaghetti, salad dll...Masih banyak masakan lainnya yang ingin aku pelajari :)








This is my lovely Verona's kitchen ;)

Sunday, October 17, 2010

Sate Telur Puyuh Kecap

Yihaaaaa....akhirnya, aku menambah kesibukan di rumah dengan belajar masak. Tentunya dibawah pengarahan Master Chef Bulik Odat (tanteku)...hohohoho....

Dimulai dari yang super simpel dulu ya... :P :P walaupun simpel, tapi kalau kita nggak tau cara buatnya ya nggak akan bisa lho...hehehe (ngeles*mode on).
1. Rebus telur puyuh
2. Setelah telur puyuh matang, kupas (rendam dulu dengan air dingin ya..biar nggak panas dan lebih mudah dikupas ;) )
3. Telur puyuh yang telah dikupas, direbus dengan kecap manis
4. Sampai kira-kira warna telur cukup coklat dan berasa manis (boleh dicoba lho), angkat telur-telur dari panci
5. Tusuk telur-telur dengan tusukan sate, jadi deh....hohohoho
Menurut Bulik Odat, sate telur puyuh kecap buatanku kurang manis (karena kurang lama direbus dengan kecap), tapi menurut Mbak Indri (kakakku) manisnya sudah cukup, dan dia suka banget lho sama sate buatanku ini..... ;) ;) ;)
Ternyata memasak itu gampang ya, asal ada kemauan...hehehe...

Monday, October 4, 2010

BoSEEEeeNN

Selama sepi sendiri ditinggal suamiku ke Itali (lebay..) aku menyibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan. Tentunya kegiatan yang sengaja banget "diadain", hohoho...
Membersihkan kamar, mengepak barang-barang yang akan dibawa ke Italia maupun yang ditinggal di rumah (supaya tidak berantakan dan susah mencarinya), mengurus dokumen-dokumen (visa, legalisasi dikti), membantu Ibu ala kadarnya :P , merencanakan pencarian beasiswa untuk s3, dll.

Sekarang aku lagi bosen nih...kamar sengaja dibuat berantakan, dokumen-dokumen sedang diproses....tadi pergi jalan-jalan sama Ibu, sekarang bengong deh..

Sebetulnya, banyak banget lho rencanaku mengisi hari-hari sunyi sepiku ini (lebay lagii...), diantaranya : kursus menjahit, kursus salon, melanjutkan kursus piano, belajar masak sama Bulik Odat dan Mbak Shahliah, upload foto-foto ke picasaweb, dan rapihin blog-ku.

Tapi apa daya, kenapa ini semangat suka naik turun...padahal aku sudah cari semua informasi mengenai kursus-kursus yang aku minati itu..... huuuufff...

Jadi, kegiatanku sekarang...ya browsing-browsing internet, chatting dengan suamiku, rapi-rapi kamar, siap-siap isi formulir s3, berenang 2 kali seminggu, belanja buah (jika stok mingguan habis)....OMG, mulai terlihat tanda-tanda kebosanan di diriku!!!!! banyak kerjaan yang belum selesai, tapi aku malas melanjutkannya....bhuuuu, kamarku jadinya malah berantakan.. :( :( :(

Tadi pagi aku menemukan ide baru, untuk nambah-nambahin kerjaan...hehe...yaitu :
tiap pagi beli susu kedelai di tetangga sebelah (10 rumah dari rumahku lah kira-kira) dan nambahin blog-ku dengan resep makanan....

HAHAHAHA, lumayan...ada kerjaan baruu....yipiiiieee...

Friday, September 24, 2010

Kangen Imbuul...

Hari ini, 23 September 2010 Imbul-ku pulang ke Itali. Sedih :( :(
Setelah hampir 2 bulan menikah dan bisa komunikasi langsung, sekarang harus dimulai lagi komunikasi dengan Skype....OMG, Skype-an lagiiiiii....huuuffff.

Terasa ada yang hilang, setelah semua kegiatan selalu dilakukan berdua...sekarang jadi sendirian...OMG, baru juga ditinggal kemarin....bhuuuuu...hauuuu...kangeeenn...

Jadi bingung, pilih ngurus visa keluarga yang perlu waktu 2 - 3 bulan atau bisa lebih lama lagi....atau...visa turis yang bisa langsung jadi ya....??

Visa turis...keluarga...turis...keluarga...turis...keluarga...turis....OMG..... (confused*mode on)

Friday, May 28, 2010

Makan Sirip Ikan Hiu...TIDAAAKK!!

Dulu..sewaktu aku masih kecil- kisaran SD, pernah diajak oleh Bapakku ke Aceh dan Medan. Aku lupa persisnya dimana aku berada (hihi, maklum masih kecil :P ), kami sekeluarga pernah berkunjung ke salah satu restauran di tempat itu. Restauran yang cukup eksklusive, dengan menu andalannya adalah sup sirip ikan hiu...Kami sekeluarga mencobanya...dan rasanya lumayanlah... (tidak bisa dibilang sangat enak).
Sekarang, menu ini banyak disajikan di restauran-restauran seafood di Jakarta. Namun, ternyata sedikit sekali penikmat sajian Sirip Ikan Hiu yang tahu cerita SERAM dibalik itu. O iya, sebelumnya, sedikit info dari WWF bahwa dari polling sebanyak 200 orang,
apakah mereka pernah mencoba menu spesial ini ??
15% (30 orang) pernah
85% (170 orang) belum pernah

Tapi yang terpenting adalah, cerita SERAM-nya (worried*mode on) :

1. Setiap tahun 10 juta hiu mati perlahan karena dipotong siripnya :(
2. Sirip dipotong saat hiu dalam keadaan hidup, lalu sisa tubuhnya dibuang ke laut :(
3. Akibatnya, sebagian hiu mati kelaparan, sebagian lain dimakan pelan-pelan oleh ikan lain, ada juga yang tenggelam karena hiu harus selalu bergerak untuk membiarkan air melewati insangnya demi mendapatkan asupan oksigen
4. Nelayan hanya tertarik dengan sirip hiu karena dagingnya tidak terlalu bernilai komersil dan menyita banyak tempat di perahu. Selain itu daging hiu mengandung urea yang mengubah menjadi amonia saat hiu mati sehingga bisa meracuni ikan lain.

Kasihan ya ikan hiu-nya... :(( :((

Info diperoleh dari Buletin SAlam (Sahabat Alam) - WWF Indonesia.